Jakarta, CNBC Indonesia - Gempa susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur kembali muncul pada hari ini, Minggu (16/8/2026).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, pada pukul 17.14 WIB, terjadi gempa dengan kekuatan magnitudo 5,6.
Gempa susulan, setelah guncangan berkekuatan M 7,7 kemarin itu BMKG pastikan tidak bakal berpotensi tsunami.
Meski begitu, kekuatan gempa tercatat berada di titik 7.93 LS,120.65 BT alias 78 km Timur Laut wilayah Ruteng hingga Manggarai, NTT.
Pagi tadi, BMKG apalagi tetap mencatat gempa susulan dengan magnitudo (M) di atas 5.
Gempa dengan magnitudo 5,2 itu terasa pada pukul 06:12;54 WIB.
Pusat gempa berada di 84 km timur laut Ruteng, Manggarai, NTT dengan kedalaman 10 km. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Sebelumnya, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan hingga Sabtu pukul 14.00 WIB telah tercatat 235 kali gempa susulan dengan magnitudo berkisar 2,5 hingga 6,2. Sebagian besar aktivitas gempa tersebut terkonsentrasi di wilayah utara Pulau Flores.
BMKG juga memantau perkembangan gelombang gempa susulan dari waktu ke waktu. Berdasarkan diagram nan diamati, jumlah gempa susulan belum memasuki fase peluruhan.
"Dari jam ke jam kita amati, hingga saat ini belum mengalami peluruhan," kata Faisal.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut tetap tergolong normal pada rangkaian gempa besar. Berdasarkan pengalaman kejadian gempa sebelumnya, termasuk gempa di Maluku Utara, proses peluruhan gempa susulan umumnya memerlukan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.
"Umumnya peluruhan bakal terjadi 2-3 minggu seperti gempa di Maluku Utara nan baru-baru ini terjadi," jelasnya.
Karena itu, BMKG meminta masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan nan tetap dapat terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

57 menit yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·