ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) selama semester I-2026 defisit Rp196,5 triliun alias 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
"Defisit APBN dijaga pemisah aman," ungkapnya saat rapat kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Jakarta, Selasa (7/7/2026)
Menurut Purbaya, dengan pola nan sama maka enam bulan ke depan defisit APBN bakal di bawah 3% terhadap PDB.
"Kalau kita pakai langkah sama 6 bulan 0,7% berfaedah jika setahun 1,52%. Mereka bakal tetap bilang anggaran parah. Ini nomor terjadi betulan. Sepanjang tahun bakal lebih tinggi lantaran ada shopping terakumulasi di triwulan II," paparnya.
Pendapatan negara secara keseluruhan mencapai Rp1.459,4 triliun alias tumbuh 21,4% (year on year/yoy). Terbesar berasal dari perpajakan Rp1.187,8 triliun meliputi pajak Rp1.035,7 triliun dan bea cukai Rp152 triliun.
"Reformasi pajak dan organisasi maupun individual berikan hasil menjanjikan ke depan ini bakal lebih baik," tegas Purbaya.
Berikutnya Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp271 triliun dan hibah Rp700 miliar.
Belanja negara sukses direalisasikan Rp1.656 triliun, tumbuh 17,8% yoy. Rinciannya shopping KL Rp658,9 triliun dan non KL Rp639,7 triliun.
"Belanja pusat menjadi katalis pendukung ekonomi di semester I-2026," jelasnya.
Purbaya menambahkan realisasi transfer ke wilayah Rp357,4 triliun alias tertinggi dalam 5 tahun terakhir. "Realisasai TKD tinggi ditentukan andil keahlian pemda menyerap anggaran," ujarnya.
(ras/mij)
Addsource on Google

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·