Ilustrasi(Antara)
MATA duit rupiah ditutup melemah tajam 106 poin di level Rp17.861 per dolar AS pada perdagangan sore ini, Selasa (11/8), dari penutupan sebelumnya di level Rp17.755 per dolar AS. Sedangkan untuk perdagangan besok, pengamat ekonomi, mata duit dan komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi mata duit rupiah naik turun namun ditutup melemah di rentang Rp17.860-Rp17.970 per dolar AS.
"Pasar bersikap waspada terhadap agenda tinjauan MSCI untuk bulan Agustus 2026 nan dijadwalkan pada 12 Agustus 2026, di mana perubahan penyeimbangan ulang (rebalancing) bakal mulai bertindak setelah 31 Agustus," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Selasa (11/8).
Kendati demikian, katanya, tekanan penurunan pasar sedikit tertahan oleh langkah Presiden Prabowo nan menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti sebagai calon tunggal pengganti Perry Warjiyo. "Sehingga meredakan kekhawatiran mengenai kepemimpinan," jelasnya.
Namun, kata Ibrahim, pasar juga merespons negatif setelah rilis info Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) terbaru nan menurun, dari 117,8 pada Juni 2026 menjadi 116,8 pada Juli 2026. IKK Juli 2026 di level 116,8 ini merupakan nan terendah sejak September 2025 (115).
Sementara andaikan dibandingkan dengan posisi awal tahun alias Januari 2026 (127), IKK sudah mengalami penurunan 10,2 poin.
"Sebagai informasi, survei nan dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) ini menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi mereka terhadap masa depan," jelas Ibrahim.
Di sisi lain, info penjualan satuan nan dirilis oleh Bank Indonesia meningkat sebesar 0,7% secara bulanan (MtM) pada Juni mengakhiri tren kontraksi pada dua bulan sebelumnya alias April 2026 (-11,6%) dan Mei 2026 (-1,5%).
"Perbaikan penjualan satuan tersebut dipengaruhi oleh siklus musiman nan terjadi setiap Juni. Perkembangan tersebut sejalan dengan terjaganya permintaan selama periode HBKN (hari besar keagamaan nasional) dan libur sekolah," pungkasnya. (E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·