PDIP Perkuat Strategi Organisasi Sayap Partai Jelang Pemilu 2029

1 jam yang lalu 1
PDIP Perkuat Strategi Organisasi Sayap Partai Jelang Pemilu 2029 Ilustrasi(Dok Istimewa)

PDI Perjuangan (PDIP) memperkuat strategi untuk mendekati generasi muda menjelang Pemilu 2029 melalui organisasi sayap partai, Taruna Merah Putih (TMP). Pendekatan tersebut diarahkan untuk membangun kedekatan, memberikan pendidikan politik, sekaligus mendorong keterlibatan anak muda dalam aktivitas kemasyarakatan.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya peran TMP sebagai ruang bagi generasi muda untuk mengenal politik secara lebih terbuka. 

“Jadilah ruang terbuka bagi generasi muda Indonesia untuk melakukan pendidikan politik, membangun semangat juang, dan melakukan kerja-kerja nyata di tengah rakyat,” ujar Megawati saat melantik pengurus DPP TMP masa hormat 2025-2030 di Kantor DPP PDI-P, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (11/8/2026).

Dalam kepengurusan baru tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI-P Diah Pikatan OP Haprani dipercaya menjadi Ketua TMP periode 2025-2030. Pinka mengatakan TMP bakal membawa semangat “Politik Menjadi Asyik” untuk mengubah langkah generasi muda memandang politik. Menurutnya, pendekatan nan lebih terbuka dan nyaman diperlukan untuk menarik minat anak muda nan selama ini tetap mempunyai persepsi negatif terhadap politik.

“Anak muda sekarang sudah jadi wajahnya Indonesia. Pada 2029 nanti, lebih dari separuh pemilih itu anak muda. Oleh lantaran itu, semangat kerja kita ke depan hanya satu: Politik Menjadi Asyik,” ucapnya.

Ia mengatakan tetap terdapat anak muda nan memandang politik sebagai sesuatu nan kotor dan menakutkan. Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan nan mau dijawab TMP melalui beragam program kepemudaan.

“Masih banyak anak muda mikir politik itu kotor dan nyeremin. Nah, ini nan mau kita ubah bareng-bareng,” katanya.

Strategi TMP dalam mendekati generasi muda bakal dilakukan melalui dua tahapan, ialah Pintu Masuk dan Pendalaman. Tahap Pintu Masuk ditujukan untuk menciptakan ruang hubungan nan nyaman sehingga anak muda dapat mengenal politik tanpa merasa canggung. Setelah itu, TMP bakal membawa mereka ke tahap Pendalaman dengan mendorong keterlibatan nan lebih jauh dalam aktivitas organisasi dan politik.

“Caranya, kita jalan dua tahap. Pertama, Pintu Masuk, bikin ruang nan enak-enak dan nyaman buat anak muda pertama kali mengenal politik,” ujar Pinka.

Pada tahap pendalaman, anak muda nan telah merasa nyaman diharapkan dapat terlibat lebih aktif hingga berkembang menjadi kader organisasi.

“Kedua, Pendalaman, ialah membujuk anak muda untuk terlibat lebih jauh ketika sudah merasa nyaman. Caranya adalah tumbuh menjadi kader nan mempunyai jiwa pelopor seperti nan diamanatkan partai," tambahnya.

Menurut Pinka, dua tahapan tersebut bakal menjadi dasar bagi TMP dalam menyusun program dan aktivitas selama lima tahun masa kepengurusan.

“Dua tahap ini nan bakal jadi pedoman kita bikin program dan aktivitas TMP lima tahun ke depan,” jelasnya.

Penguatan pendekatan terhadap generasi muda dinilai semakin krusial seiring besarnya proporsi pemilih muda pada Pemilu 2029. Berdasarkan info Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI per Juli 2026, pemilih dari golongan Milenial dan Gen Z diperkirakan mencapai sekitar 56% dari total pemilih pada Pemilu 2029.

Karena itu, PDI-P melalui TMP tidak hanya mengarahkan strategi pada pengenalan politik, tetapi juga memperkuat keterlibatan kader muda dalam aktivitas nan bergesekan langsung dengan masyarakat.

Pinka mengatakan kader TMP perlu turun ke tengah masyarakat untuk mendengar aspirasi sekaligus membantu menyelesaikan beragam persoalan nan dihadapi generasi muda.

“Kami di TMP selalu mengingat apa nan Bu Mega sampaikan bahwa kader-kader muda kudu turun langsung ke tengah rakyat, khususnya di antara generasi muda untuk mendengar aspirasi mereka serta membantu menyelesaikan persoalan mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPP Bidang Advokasi Hukum TMP, Dang Perkasa Alam Panjaitan menekankan pentingnya karakter kader agar bisa menjalankan amanah organisasi dan merespons kebutuhan masyarakat.

“Kader Taruna Merah Putih kudu mempunyai keyakinan, keteguhan, keberanian, dan kesabaran nan revolusioner. Hanya dengan itu, kita dapat peka dan tanggap terhadap kebutuhan rakyat. Semoga amanah ini dapat direalisasikan dengan turun langsung ke masyarakat untuk memberikan faedah serta akibat nyata,” ujarnya. (H-2)

Selengkapnya