loading...
Pebulu Tangkis Indonesia Diterpa Kasus Dugaan Match Fixing, Begini Kondisi Pelatnas PBSI
JAKARTA - Dugaan kasus match fixing atau pengaturan skor yang menyeret sejumlah pebulu tangkis Indonesia tengah menjadi perhatian. Meski demikian, situasi tersebut disebut tidak mengganggu aktivitas maupun persiapan atlet di Pelatnas PBSI .
Ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, mengungkapkan kondisi di Pelatnas PBSI Cipayung tetap berjalan normal. Keduanya memastikan para atlet masih fokus menjalani programme latihan dan mempersiapkan diri menghadapi docket internasional.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) saat ini tengah menjalankan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah atlet. Beberapa pebulu tangkis Indonesia, khususnya dari sektor ganda campuran, disebut masuk dalam penyelidikan tersebut.
Namun, proses investigasi yang masih berlangsung itu tidak membuat suasana di Pelatnas PBSI berubah. Raymond menyebut para atlet tetap menjalani rutinitas seperti biasa dan tidak terpengaruh oleh isu yang sedang berkembang.
"Oh suasana (Pelatnas PBSI) mah biasa-biasa aja sih sebenarnya," kata Raymond kepada awak media, termasuk iNews Media Group, di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Raymond menilai dugaan kasus tersebut juga dapat menjadi pembelajaran bagi para atlet. Ia bersama Joaquin memilih mengambil sisi positif dari persoalan yang sedang ditangani BWF tersebut.
"Ya pelajaran aja juga buat kami. Ya kalau menurut saya kan kita jadi atlet juga bukan cari itu sih sebenarnya kalau saya," tutur Raymond.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·