ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemain-pemain timnas Portugal dituduh melakukan boikot kepada Cristiano Ronaldo selama Piala Dunia 2026.
Lemari trofi Ronaldo nan berisi jejeran piala menyisakan satu ruang kosong. Trofi Piala Dunia tak ada di sana.
Ronaldo, sosok nan mendapat lampu sorot di lapangan hijau sejak 2003, memburu gelar juara bumi sedari 20 tahun silam. Sejak 2006, setiap empat tahun sekali, sosok nan identik dengan nomor 7 itu rutin tampil di Piala Dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Enam jenis Piala Dunia diikutinya, tetapi takdir dan nasib tak mempertemukan Ronaldo dengan trofi buatan Silvio Gazzaniga.
Pada Piala Dunia 2026, Ronaldo menemui kegagalan keenam. Air matanya mengembang setelah Portugal kalah dari Spanyol di babak 16 besar.
Menurut mantan gelandang Prancis, Youri Djorkaeff, ada andil besar pemain-pemain Portugal dalam kegagalan Ronaldo tersebut. Bahkan sosok nan pernah mengantarkan Les Bleus menjadi juara Piala Dunia pada 1998 itu menilai ada kesengajaan nan membikin Ronaldo merana.
"Kalau Anda membawa Cristiano Ronaldo, maka tim kudu bermain untuk Cristiano Ronaldo, tapi itu sama sekali tidak terjadi," kata Djorkaeff dilansir dari RMC.
"Anda bisa memandang dia diboikot timnya sendiri. Dia tidak mendapatkan umpan nan dibutuhkannya, dia tidak ditempatkan di posisi terbaik. Anda bisa memilih untuk tidak memanggilnya, alias Anda memanggilnya dan memastikan tim bermain untuknya," tuturnya menambahkan.
Ronaldo tak meninggalkan banyak jejak di Piala Dunia 2026. Tiga gol, dua ke gawang Uzbekistan dan satu ke gawang Kroasia, jadi peninggalan di Amerika Utara.
CR7 menjadi top skor Portugal, namun kalah saing dengan pemain-pemain lain dalam daftar pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2026.
Sebuah gol ke gawang Kroasia menjadi spesial bagi Ronaldo lantaran itu merupakan satu-satunya gol nan dicetak di fase gugur Piala Dunia sepanjang kariernya.
(nva/ptr)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·