Yogyakarta, CNN Indonesia --
Pemain Mataram Utama, Firmansyah Purbo Wicaksono, nan melakukan tendangan membahayakan pada babak enam besar Piala Soeratin U-13 disanksi larangan bermain hingga kejuaraan selesai.
Sanksi tegas itu disampaikan Sekretaris Umum Asprov PSSI DIY, Wendy Umar Seno Aji. Selain dihukum larangan bermain hingga kejuaraan rampung, Firmansyah juga didenda Rp10 juta. Ini merujuk pada Kode Disiplin Tahun 2025 pasal 48 jo pasal 49 dan pasal 78.
Mataram Utama saat ini tengah berkancah dalam Piala Soeratin U-13 regional DIY. Namun, Firmansyah dipastikan tidak bisa merumput jika klubnya lolos ke putaran nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim maupun pemain tak bisa mengusulkan banding mengenai dengan balasan itu, merujuk pasal 117 Kode Disiplin Tahun 2025. Pengulangan terhadap pelanggaran bakal berakibat terhadap hukuman nan lebih berat.
Firmansyah disanksi tegas lantaran melakukan tindakan rawan ke arah pemain musuh saat melawan Baturetno FC pada babak 6 besar Piala Soeratin U-13 regional DIY di Lapangan Dwi Windu, Bantul, Kamis (20/8).
Dalam rekaman video laga nan beredar, nampak salah seorang pemain Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy terkena tendangan rawan Firmansyah.
Firmansyah terlihat melompat dan mengangkat tinggi kakinya hingga mengenai kepala pemain Baturetno nan kemudian tersungkur di tengah lapangan.
Wasit kemudian hanya memberikan Firmansyah kartu kuning. Keputusan tersebut sempat menimbulkan protes dari kubu Baturetno.
Atas kejadian itu, Wendy menuturkan, kedua tim telah menggelar mediasi pada Sabtu (22/8) dan sepakat saling memaafkan.
"Sudah menemukan kata mufakat untuk bisa saling mengampuni dan membangun sepak bola nan positif ke depannya," kata Wendy, Senin (24/8).
Ia menambahkan, penanganan kasus ini bukan semata berorientasi pada hukuman. Mengingat, Piala Soeratin U-13 adalah bagian dari pembinaan pemain usia muda.
"Kasusnya adalah pada saat di golongan usia ini tidak bisa diperlakukan balasan seperti itu, lantaran ini sifatnya adalah di golongan umur, tetap proses pembinaan," ungkapnya.
Pemain Baturetno, Adskhan Jarrar Fauzy, nan menjadi korban sempat menjalani pemeriksaan di rumah sakit setelah mengaku mengalami pusing dan mual dalam perjalanan sepulang laga.
Saat ini Adskhan sudah bisa kembali ke rumah dan hasil observasinya dinyatakan baik. Wendy berharap, sang pemain lekas pulih dan bisa kembali memperkuat timnya di Piala Soeratin U-13 2026.
(kum/kum/jun)

56 menit yang lalu
1







English (US) ·
Indonesian (ID) ·