(MI/Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
PEMERINTAH memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat penanganan akibat gempa bumi nan mengguncang sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Langkah strategis ini mencakup pembentukan posko terpadu hingga percepatan proses rehabilitasi dan rekonstruksi akomodasi publik nan vital.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan komitmen tersebut usai memimpin rapat koordinasi penanganan darurat pascagempa di Kantor Bupati Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8).
Pembentukan Posko Nasional dan Konsolidasi Logistik
Pratikno menyampaikan bahwa pada hari kedua pascabencana, pemerintah bergerak sigap membentuk posko di tingkat wilayah maupun nasional. Hal ini bermaksud untuk memastikan pengedaran support melangkah efektif dan terorganisasi.
"Tadi sudah disampaikan, ini bakal segera dibentuk posko. Dalam hari kedua ini sudah terbentuk posko, pemerintah pusat ada posko, posko nasional. Nanti Kepala BNPB sampaikan bahwa support logistik dari Jakarta, dari wilayah lain terkonsolidasi kelak di Halim, dikirimkan ke sini," ujar Pratikno.
Fokus Tanggap Darurat: Keselamatan Warga dan Infrastruktur
Selama masa tanggap darurat, pemerintah menetapkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas tertinggi. Selain evakuasi, pemulihan prasarana dasar menjadi sasaran utama agar aktivitas masyarakat dapat segera kembali normal.
Pratikno merinci beberapa akomodasi krusial nan menjadi konsentrasi pemulihan cepat, di antaranya:
- Akses transportasi (jalan dan jembatan).
- Fasilitas kesehatan (rumah sakit).
- Kebutuhan dasar (listrik dan air bersih).
- Jaringan komunikasi dan internet.
"Dalam tahap tanggap darurat ini, nan utama tentu saja adalah menyelamatkan penduduk nan terdampak, kemudian mengembalikan prasarana nan rusak agar segera fungsional agar recover dalam waktu sesingkat-singkatnya," tuturnya.
Membangun Ketahanan Daerah
Lebih lanjut, Menko PMK menekankan bahwa penanganan musibah tidak hanya berakhir pada fase darurat. Pemerintah bakal melanjutkan upaya melalui tahap rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) nan komprehensif.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun ketahanan (resiliensi) di tingkat pemerintah wilayah maupun masyarakat. "Bencana tidak bisa sepenuhnya kita hindari, tapi kita kudu membangun pemda nan tangguh, masyarakat nan tangguh, prasarana nan handal dalam menghadapi bencana," tegasnya.
Kehadiran Pemerintah Pusat
Kehadiran jejeran pemerintah pusat secara langsung di letak musibah merupakan corak nyata kehadiran negara. Pratikno memastikan bahwa seluruh sumber daya pusat bakal dikerahkan secara maksimal melalui sinkronisasi nan ketat antarinstansi.
"Pemerintah pusat ini betul-betul full team datang ke sini. Sinkronisasi ini menjadi sesuatu nan sangat krusial lantaran memang resources pusat untuk tanggap darurat dan juga rehab-rekon ini sangat besar," ucapnya.
Menutup pernyataannya, Pratikno menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban terdampak. Ia membujuk seluruh komponen masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah dalam mempercepat proses pemulihan wilayah NTT pascagempa. (I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·