Ilustrasi(Dok Istimewa)
PEMERINTAH Kota Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan pemeliharaan dan perbaikan infrastruktur sebagai bagian dari upaya memulihkan sekaligus memperkuat sarana publik nan terdampak bencana. Sejumlah pekerjaan perbaikan tersebut tetap terus berjalan di beberapa titik di Kota Padang, Sabtu (15/8).
Pekerjaan nan tengah dikerjakan mencakup perbaikan plat duiker di Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, perbaikan Jembatan Kampung Baru di Kelurahan Bungus Timur, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, perbaikan Jembatan Gantung di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, serta perbaikan plat duiker di Jalan Rimbo Tarok, Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji. Seluruh perbaikan ditujukan untuk menjaga kegunaan prasarana agar tetap kondusif dan menunjang mobilitas masyarakat.
Selain perbaikan akses penghubung, Dinas PUPR Kota Padang juga melakukan normalisasi sungai di area Jalan Pasar Lalang, Kecamatan Kuranji, untuk memperlancar aliran sungai serta mengurangi akibat gangguan akibat sedimentasi.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, menyampaikan bahwa penanganan prasarana saat ini dilakukan secara berjenjang di sejumlah lokasi, termasuk perbaikan cekdam dan penguatan tebing sungai.
"Untuk perbaikan cekdam, saat ini sudah mulai dilakukan di beberapa titik, seperti D.I. Limau Manis, D.I. Lubuk Laweh, dan D.I. Baringin. Penguatan tebing sungai juga dilakukan di D.I. Sungkai, Pasar Lalang, Lubuk Minturun, serta beberapa titik lainnya nan terdampak," ujar Malvi Hendri.
Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan pekerjaan sejauh ini melangkah sesuai agenda dan sasaran nan tercantum dalam perjanjian dengan progres nan berada dalam kondisi positif.
Meski demikian, penyelenggaraan pekerjaan di lapangan tetap menghadapi tantangan seperti akses menuju lokasi, kondisi sosial masyarakat di titik nan beririsan dengan aktivitas ekonomi warga, serta aspek cuaca.
"Kondisi cuaca ekstrem nan tidak menentu juga menjadi tantangan bagi kita untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan tepat mutu sesuai sasaran serta spesifikasi pekerjaan. Data BMKG menjadi pedoman dan referensi dalam pelaksanaan, lantaran kita juga kudu memastikan aspek keselamatan pekerja pada setiap tahapan, selain penyelesaian pekerjaan itu sendiri," jelasnya.
Malvi menegaskan Pemko Padang berbareng kementerian mengenai melalui balai dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat terus bersinergi menangani prasarana terdampak bencana. "Secara bertahap, rehabilitasi dan rekonstruksi prasarana pascabencana dapat kita selesaikan. Mohon bersabar dan kami minta dukungannya agar pekerjaan ini bisa kita selesaikan dengan baik sesuai sasaran nan diharapkan," tutupnya. (H-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·