Festival musik The Sounds Project.(Dok. Sound Project)
FRAKSI PKS DPRD DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengambil tindakan tegas mengenai promosi minuman keras (miras) berhadiah mahfuz Al-Qur’an dalam pagelaran musik The Sounds Project. Kejadian nan berjalan di Ecopark Ancol, Jakarta Utara, pada Minggu (9/8) tersebut dinilai telah mencederai nilai-nilai kepercayaan dan budaya masyarakat.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta, M. Subki, menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak boleh hanya berakhir pada tahap kecaman. Ia meminta seluruh pihak nan terlibat diproses secara norma lantaran menggunakan ayat suci Al-Qur’an, ialah Surah Ad-Duha, sebagai perangkat promosi produk beralkohol di area aset BUMD.
“Tentu perbuatan ini tidak mengindahkan nilai-nilai kepercayaan dan budaya penduduk DKI Jakarta. Kami berambisi kepada Pak Gubernur tidak cukup dengan mengecam, tetapi para pelakunya kudu ditindak tegas, dihukum sesuai perundang-undangan nan berlaku,” ujar Subki dalam rapat paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (12/8).
Senada dengan Subki, personil Fraksi PKS Ahmad Yani meminta adanya pertimbangan menyeluruh terhadap pengawasan aktivitas berskala besar di Jakarta. Ia menekankan pentingnya sistem pengawasan nan ketat terhadap tenant, sponsor, hingga materi promosi sejak tahap perizinan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Berkaitan digunakannya ayat-ayat Al-Qur’an di tempat nan tidak semestinya, dan orang nan hafal surat itu diberikan bingkisan alkohol, ini sesuatu nan sangat membikin miris hati kita dan umat Islam,” kata Yani. Ia menambahkan bahwa simbol kepercayaan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan komersial.
Kasus ini mencuat setelah video tantangan mahfuz surah berhadiah satu botol miras di booth Newport viral di media sosial. Saat ini, Polres Metro Jakarta Utara telah memulai penyelidikan setelah menerima laporan resmi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Maryati Jonggi, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah mendalami kejadian tersebut dan melakukan penjelasan kepada pihak penyelenggara acara. Polisi juga telah mengamankan sejumlah peralatan bukti, termasuk rekaman video nan beredar luas.
PKS berambisi dugaan penistaan agama ini diusut tuntas. Selain itu, kejadian ini diharapkan menjadi momentum pertimbangan bagi pengelola area intermezo milik pemerintah wilayah dalam mengawasi aktivitas komersial di wilayah mereka. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·