Pemprov Jabar Apresiasi Majelis Musyawarah Sunda sebagai Wadah Inohong Membangun Daerah

1 jam yang lalu 3
Pemprov Jabar Apresiasi Majelis Musyawarah Sunda sebagai Wadah Inohong Membangun Daerah eh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, menghadiri Pertemuan Majelis Musyawarah Sunda nan berjalan di Gedung Imeri FKUI, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).(Dok. Istimewa)

PEMERINTAH Daerah Provinsi Jawa Barat memberikan support penuh dan apresiasi terhadap keberadaan Majelis Musyawarah Sunda (MMS). Wadah ini dinilai strategis sebagai ruang silaturahmi sekaligus tempat berganti pendapat bagi para tokoh Sunda dari beragam latar belakang untuk kemajuan daerah.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, saat menghadiri Pertemuan Majelis Musyawarah Sunda nan berjalan di Gedung Imeri FKUI, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).

“Luar biasa ya. Kami dari Pemda Provinsi Jabar memberikan dukungan, memberikan apresiasi, dan nan paling krusial adalah gimana inohong-inohong (tokoh-tokoh) di Jabar nan tergabung di MMS bisa memberikan sumbang pemikiran, kritik, dan saran untuk meningkatkan keahlian pembangunan di Jabar,” ujar Herman.

Herman menekankan bahwa pembangunan di Jawa Barat tidak bisa hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Dibutuhkan kerjasama dan support dari beragam komponen masyarakat, terutama para tokoh nan mempunyai pengalaman, kapasitas, serta kepedulian tinggi terhadap kemajuan daerah.

Ia berambisi MMS dapat memposisikan diri sebagai mitra strategis pemerintah. Dengan masukan nan konstruktif, beragam kebijakan dan program pembangunan diharapkan dapat terus ditingkatkan kualitasnya.

“Karena ujungnya tujuan akhirnya adalah gimana Jabar Istimewa,” tegasnya.

Herman menambahkan, cita-cita mewujudkan Jabar Istimewa memerlukan semangat kebersamaan dan gotong royong nan kuat. Ia mengutip filosofi Sunda untuk menggambarkan pentingnya persatuan tersebut.

“Dan kita kudu bahu membahu, sarendeuk, saigel, sapihanean,” ucap Herman.

Wadah Lintas Sektor

Dalam kesempatan tersebut, Sekda Jabar secara unik meminta para tokoh nan tergabung dalam MMS untuk tidak berakhir memberikan kritik dan saran nan membangun. Kehadiran tokoh-tokoh dari beragam bidang, baik nan berkecimpung di tingkat wilayah maupun nasional, menjadi aset berbobot bagi Jawa Barat.

Pertemuan di Jakarta ini merupakan bagian dari rangkaian Milangkala Kadua (ulang tahun kedua) MMS. Forum ini mempertemukan akademisi, praktisi pemerintahan, budayawan, profesional, hingga komponen masyarakat lainnya.

Sepanjang perjalanannya, MMS telah berkembang menjadi forum obrolan nan membahas persoalan komprehensif, mulai dari rumor kebudayaan, sosial, lingkungan, ekonomi, hingga masalah kebangsaan.

Pemilihan Jakarta sebagai letak pertemuan melalui Pasamoan Inohong Sunda dianggap krusial lantaran banyaknya tokoh asal Jawa Barat nan saat ini menduduki posisi strategis di tingkat nasional, mulai dari bagian akademik hingga pengabdian kemasyarakatan.

Selengkapnya