Pemprov Jateng Kawal Aksi Aliansi Masyarakat Pati di Jakarta pada 27 Agustus

3 jam yang lalu 4
Pemprov Jateng Kawal Aksi Aliansi Masyarakat Pati di Jakarta pada 27 Agustus Bus rombongan personil AMPB nan bakal menggelar tindakan demontrasi di depan gedung DPR di Jakarta dilempar batu di ruas Tol Jakarta-Cikampek.(MI/Akhmad Safuan )

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menyatakan bakal mengawal tindakan unjuk rasa warga Pati nan tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Gedung DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026. Kendati demikian, pemerintah wilayah mengimbau agar penyampaian aspirasi tersebut dilakukan dengan langkah nan baik dan santun.

Berdasarkan pemantauan pada Senin (24/8), ratusan penduduk Pati telah berangkat menuju Ibu Kota menggunakan sedikitnya empat unit bus. Aksi demonstrasi ini difokuskan untuk menuntut pengesahan Undang-Undang (UU) Perampasan Aset (Harta Koruptor).

Rombongan nan dipimpin oleh koordinator AMPB, Supriyono namalain Botok dan Teguh Istiyanto, telah berangkat dari Kabupaten Pati sejak Minggu (23/8). Mereka dikabarkan sudah tiba di Jakarta dan bakal berasosiasi dengan massa dari wilayah lain untuk menggelar tindakan puncak pada Kamis (27/8).

"Pemprov Jawa Tengah bakal kawal semuanya. Kami mengimbau aspirasi tersebut disampaikan dengan baik dan santun," ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, Senin (24/8).

Taj Yasin meyakini bahwa aspirasi dari AMPB bakal diterima dengan tangan terbuka oleh pemerintah pusat lantaran menyangkut kebaikan bangsa. Ia optimistis pemerintah bakal terus membuka ruang obrolan bagi seluruh komponen masyarakat.

Dugaan Serangkaian Intimidasi

Di sisi lain, koordinator AMPB Supriyono mengungkapkan bahwa perjalanan menuju Jakarta tidak melangkah mulus. Ia membeberkan adanya serangkaian dugaan intimidasi nan dialami oleh para peserta aksi.

Botok menjelaskan, sebelum keberangkatan, sejumlah perusahaan otobus (PO) di Pati dan Jepara secara mendadak membatalkan pesanan bus secara sepihak dan mengembalikan duit muka. Alasan nan diterima adalah adanya tekanan melalui telepon dari pihak tertentu agar tidak mengangkut peserta demo ke Jakarta.

Insiden bentuk juga terjadi saat bus melintas di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek Km 56, wilayah Karawang, Jawa Barat. Kaca depan bus dilaporkan pecah akibat lemparan batu besar dari arah jembatan penyeberangan oleh orang tidak dikenal nan mengenakan busana hoodie.

Pemblokiran Rekening
Selain intimidasi bentuk dan operasional, Botok mengungkapkan bahwa rekening pribadi dan rekening bantuan miliknya di sebuah bank milik negara tiba-tiba diblokir. Saldo senilai Rp80,9 juta tidak dapat diakses. Pihak bank menyebut pemblokiran dilakukan atas permintaan Aparat Penegak Hukum (APH).

"Kami bukan teroris, kami juga bukan pelaku kriminalitas. Kami hanya menyampaikan aspirasi dan kehendak rakyat untuk kebaikan bangsa ini, tapi asing tiba-tiba ada pemblokiran rekening itu," tegas Botok.

Meski menghadapi beragam kendala, AMPB menegaskan tetap antusias dan bakal terus memperjuangkan tuntutan mereka di depan Gedung DPR RI sesuai agenda nan telah ditentukan. (AS/E-4)

Selengkapnya