Penembakan Guncang Kantor Pemda, Pelaku Diduga Mantan Anggota Dewan

49 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Seorang laki-laki bersenjata diamankan abdi negara setelah melakukan penembakan di sebuah instansi pemerintahan wilayah nan berada di area pinggiran Bangkok pada Senin (10/8/2026). Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah tindakan penembakan mematikan nan dilakukan seorang remaja di sebuah sekolah di provinsi nan sama kembali memicu perdebatan soal izin senjata api di Thailand.

Kepala Kepolisian Provinsi, Mayor Jenderal Dejrapee Kongdee, mengungkapkan bahwa pelaku nan diduga merupakan mantan personil parlemen melepaskan tembakan ke arah seorang pejabat senior pemerintah provinsi dan sopirnya. Menurutnya, tersangka sekarang telah ditahan pihak berwenang.

"Dua orang mengalami luka-luka dan telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis," ujar Dejrapee kepada Reuters.

Insiden terbaru ini terjadi setelah tragedi penembakan di Sekolah Debsirin Nonthaburi pada Jumat lampau nan menewaskan sembilan orang dan melukai lebih dari 20 lainnya.

Dalam kejadian tersebut, seorang remaja laki-laki berumur 14 tahun diduga lebih dulu menembak kakek dan neneknya sebelum melakukan tindakan penembakan di lingkungan sekolah, lampau mengakhiri hidupnya dengan menembak diri sendiri.

Peristiwa itu tercatat sebagai penembakan massal paling mematikan di Thailand dalam nyaris empat tahun terakhir.

Pada Senin, para siswa di beragam sekolah kembali mengikuti aktivitas belajar mengajar. Sejumlah sekolah menerapkan pemeriksaan keamanan nan lebih ketat, termasuk penggunaan detektor logam dan prosedur pemeriksaan tambahan bagi siswa nan masuk ke area sekolah.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul juga kembali menegaskan komitmennya untuk memperketat patokan mengenai kepemilikan dan penggunaan senjata api menyusul tragedi berdarah nan mengguncang bumi pendidikan Thailand tersebut.

(luc/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya