loading...
Wakil Ketua Umum Partai Perindo sekaligus Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Tama S. Langkun, mengapresiasi penurunan jumlah pengangguran nasional. Foto/SindoNews
JAKARTA - Penurunan jumlah pengangguran nasional belum sepenuhnya mencerminkan membaiknya penyerapan tenaga kerja berilmu tinggi. Di tengah tren positif tersebut, tetap terdapat persoalan penyerapan tenaga kerja sarjana nan perlu mendapat perhatian.
Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Mei 2026, jumlah pengangguran nasional turun dari sekitar 8,43 juta orang menjadi 7,22 juta orang.
Wakil Ketua Umum Partai Perindo sekaligus Ketua Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Tama S. Langkun, mengapresiasi penurunan jumlah pengangguran nasional. Namun, dia menilai tren tersebut perlu dilihat secara lebih mendalam lantaran tetap terdapat persoalan dalam penyerapan tenaga kerja berilmu tinggi.
Baca juga: Masih Ada 7,22 Juta Pengangguran di Indonesia, Begini Rincian Laporan BPS
“Pertama-tama tentu kita kudu mengapresiasi penurunan jumlah pengangguran nasional. Dari sekitar 8,43 juta menjadi 7,22 juta orang. Ini menunjukkan bahwa ada perbaikan dalam pembuatan dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Tama di Jakarta, Rabu (19/8/2026).









English (US) ·
Indonesian (ID) ·