Pengembangan Potensi Ekonomi Desa harus Diiringi Perluasan Akses Pasar

1 jam yang lalu 3
Pengembangan Potensi Ekonomi Desa kudu Diiringi Perluasan Akses Pasar ​Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo memberikan keterangan di Sleman, DIY.(Antara)

Pengembangan potensi ekonomi masyarakat desa perlu dibarengi dengan pembukaan akses pasar nan lebih luas agar produk dan upaya lokal dapat berkembang secara berkelanjutan. Upaya tersebut menjadi salah satu konsentrasi dalam penyelenggaraan Suadesa Festival 2026 di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, nan mendapat support PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo mengatakan potensi ekonomi nan dimiliki masyarakat desa tidak bakal berkembang optimal andaikan hanya mengandalkan pasar di lingkungan sekitar. Karena itu, pelaku upaya perlu dipertemukan dengan konsumen, pengetahuan, serta jejaring upaya nan dapat membuka kesempatan pertumbuhan baru.

"Potensi masyarakat perlu dipertemukan dengan pasar, pengetahuan dan jejaring nan dapat membantunya berkembang. Melalui Suadesa Festival, PGN berambisi semakin banyak pelaku upaya penduduk desa nan dikenal, memperoleh konsumen baru dan membangun hubungan kerja sama berkelanjutan," kata Krisdyan di Sleman, Jumat.

Menurut dia, pembukaan akses pasar menjadi bagian krusial dalam pemberdayaan masyarakat lantaran dapat mendorong peningkatan transaksi sekaligus membuka kesempatan kerjasama bagi pelaku UMKM. Pendekatan tersebut diharapkan bisa memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa dalam jangka panjang.

Dukungan PGN terhadap aktivitas tersebut disalurkan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Suadesa Festival 2026 berjalan pada 22–23 Agustus 2026 di Kedai Bahagia, Gandok Tambakan, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman.

Festival tersebut melibatkan 35 pelaku UMKM penduduk setempat dan bimbingan PGN serta 75 pelaku seni dan organisasi lokal. Kegiatan tidak hanya menjadi ruang promosi produk, tetapi juga mempertemukan pelaku upaya dengan masyarakat, komunitas, dan calon konsumen.

Suadesa Festival 2026 mengusung empat program utama, ialah Pasar UMKM Suadesa, Panggung Suadesa, Workshop Suadesa, dan Suadesa Peduli. Pasar UMKM Suadesa menjadi salah satu ruang utama bagi pelaku upaya untuk memperkenalkan dan memasarkan produk kepada pengunjung. Sementara Panggung Suadesa menghadirkan beragam pagelaran seni dan budaya, mulai dari Kirab Bregodho, Hadroh, dan Badui hingga penampilan grup musik The Rain dan Jikustik. Adapun Workshop Suadesa menghadirkan aktivitas edukasi nan berangkaian dengan pengembangan potensi masyarakat. Sementara Suadesa Peduli menjadi bagian aktivitas nan mengangkat kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.

Inisiator Suadesa Festival Bakkar Wibowo mengatakan pagelaran tersebut merupakan upaya menciptakan ruang ekonomi baru nan disesuaikan dengan potensi wilayah. Sebelumnya, aktivitas serupa telah digelar di Karangrejo, Borobudur, pada 2025. Menurut Bakkar, pagelaran tidak semata-mata diarahkan untuk menghasilkan transaksi selama aktivitas berlangsung. Interaksi nan terbentuk antara pelaku UMKM, masyarakat, komunitas, dan mitra diharapkan dapat berkembang menjadi jejaring upaya setelah pagelaran selesai.

"Suadesa Festival hanyalah pemantik dalam menciptakan ruang baru untuk mempertemukan potensi ekonomi penduduk dengan publik ataupun mitra, dengan angan bakal membuka pintu baru untuk kemandirian ekonomi desa nan berkelanjutan," kata Bakkar.

Krisdyan mengatakan keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat juga ditentukan oleh keahlian pelaku upaya memanfaatkan akses nan telah terbuka. Karena itu, PGN berambisi pagelaran dapat menjadi titik awal bagi terbentuknya hubungan upaya baru nan terus berkembang setelah aktivitas berakhir.

"Potensi masyarakat perlu dipertemukan dengan pasar, pengetahuan dan jejaring nan dapat membantunya berkembang," paparnya.

Melalui kerjasama antara korporasi, pemerintah padukuhan, pelaku UMKM, serta organisasi seni dan budaya, Suadesa Festival diharapkan dapat memperluas akses pasar sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi lokal agar potensi upaya masyarakat desa dapat berkembang secara berdikari dan berkelanjutan. (Ant/E-3)

Selengkapnya