Jakarta, CNBC Indonesia - Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) memastikan toko-toko ritel di Jakarta tetap beraksi seperti biasa, meski terdapat rencana tindakan demonstrasi besar pada Kamis (27/8/2026) besok.
Sebagai informasi, sejumlah golongan masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar tindakan unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat. Sedikitnya empat golongan bakal turun menyampaikan aspirasi dengan tuntutan nan berbeda, ialah Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM), dan Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo (RMP4).
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan, tidak ada petunjuk kepada personil untuk menutup toko. Pusat perbelanjaan juga tetap bakal beraksi dan melayani konsumen seperti biasa.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil dengan tetap memperhatikan kondisi keamanan dan ketertiban selama tindakan berlangsung. Hippindo berambisi demonstrasi dapat melangkah tertib tanpa mengganggu aktivitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di Jakarta.
"Kami mengharapkan bahwa demo dengan tertib itu merupakan kewenangan penduduk negara. Namun kudu menjaga.. dalam makna Jaga Jakarta. Jaga Jakarta itu lantaran ada kepentingan publik dan akomodasi umum nan kudu dijaga, dan banyak aktivitas kerja nan bakal terganggu jika demonya tidak kondusif," kata Budihardjo saat ditemui di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Ketersedian beras premium bungkusan di beberapa peritel modern terpantau tetap kosong. Mayoritas peritel modern nan ditemui CNBC Indonesia belum mengisi lagi rak-rak beras premium kemasan. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki) Foto: Ketersedian beras premium bungkusan di beberapa peritel modern terpantau tetap kosong. Mayoritas peritel modern nan ditemui CNBC Indonesia belum mengisi lagi rak-rak beras premium kemasan. (CNBC Indonesia/Muhamad Sabki)
"Jadi kita harapkan, besok pun kita bakal tetap buka toko. Hampir semua toko nggak ada petunjuk dari kita untuk tutup, mal-mal juga buka untuk memastikan bahwa Jakarta kondusif dan demo dapat tetap berjalan dengan baik dan tertib," sambungnya.
Budihardjo mengatakan, pengusaha ritel tetap menyiapkan koordinasi andaikan terjadi kondisi mendadak di lapangan. Koordinasi dilakukan berbareng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta pengelola pusat perbelanjaan.
"Antisipasi sampai sekarang kita nggak ada, tapi memang konsepnya adalah selalu.. misalkan ada situasi nan mendadak gitu, kami berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, terutama di Jakarta ini, dan juga pengelola mal. Karena kami kan toko di dalam mal. Cuma sampai saat ini konsistensi kami adalah tetap menginstruksikan semua buka, jualan seperti biasa, tenaga kerja masuk, konsumen tetap dilayani," ujar dia.
Budihardjo menegaskan, aktivitas operasional ritel tetap melangkah selama situasi memungkinkan. Menurut dia, keberlangsungan aktivitas ekonomi menjadi salah satu perihal nan perlu dijaga di tengah tindakan penyampaian aspirasi masyarakat.
Berbeda dengan pelaku upaya ritel nan tetap membuka toko dan melayani konsumen, Alleira Batik memilih menerapkan kebijakan kerja dari rumah bagi karyawannya di tengah rencana tindakan demonstrasi.
COO Alleira Batik Zakaria Hamzah mengatakan, kebijakan bekerja dari rumah alias WFH tersebut telah diterapkan sejak Senin, 24 Agustus 2026.
"Kalau kita sudah dari hari Senin menerapkan WFH, kita bikin sampai tanggal 28 (Agustus) gitu. Bisnis kudu tetap jalan meskipun ada tantangan demo. Iya, kita (menerapkan) WFH biar kita tidak terkontaminasi. Karena jika kita tidak (WFH) tuh kelak digedor-gedor kantornya alias apalah," kata Zakaria.
(wur)
[Gambas:Video CNBC]

14 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·