Pengusaha RI Rayu Investor Asing, Semua Hambatan Kini Cepat Beres!

2 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Shinta Widjaja Kamdani mengungkapkan bahwa pihaknya sukses meyakinkan Uni Eropa untuk nyaman berinvestasi di Indonesia.

Menurutnya, pengusaha asal Benua Biru lebih percaya berinvestasi di Indonesia lantaran adanya satuan tugas (task force) debottlenecking untuk mengatasi masalah teknis dalam penerapan kerja sama Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Shinta mengatakan task force ini juga bakal mencari solusi alias jalan keluar dari hambatan-hambatan teknis dalam kerja sama antar pelaku upaya dan pihak-pihak nan berkepentingan.

Menurutnya saat ini banyak rumor teknis nan disoroti oleh investor, termasuk soal izin dan kemudahan upaya di Indonesia.

"Kami memandang memang banyak perihal nan berangkaian dengan isu-isu juga kekhawatiran dari segi, mungkin penanammodal juga mengenai kemudahan berusaha, rumor izin dan rumor perizinan," katanya kepada wartawan di Kantor Kemenko perekonomian, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Selain itu, kata Shinta, task force juga bisa mengatasi isu-isu teknis di Indonesia dalam perihal berupaya seperti rumor registrasinya, sertifikasi, dan masalah standar.

"Makanya tadi kami juga sudah meyakinkan mereka bahwa kita sudah punya Double Connecting Task Force di pemerintahan, nan mengidentifikasi rumor apa, gimana solusinya, jalan keluarnya, sehingga nantinya isu-isu halangan nan ada di dalam bidik pun bisa diatasi, bisa dibantu untuk penyelesaiannya," ujar Shinta.

Menurut Shinta, hadirnya satgas dalam memudahkan investasi bukan hanya soal pencapaian sasaran perdagangan dan investasi, tapi juga demi kepentingan kerjasama antara Indonesia dengan Uni Eropa.

Inisiasi APINDO tersebut mendapatkan apresiasi dari Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi.

"Kami sangat senang APINDO mempromosikan satuan tugas untuk upaya nan terlibat dalam penyelenggaraan CEPA dalam tahap teknis dan bilateral dengan negara-negara," ujarnya.

(ras/mij) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya