Gambar diambil 2 Maret 2026, memperlihatkan kerusakan di kilang minyak Ras Tanura milik Saudi Aramco. Militer Arab Saudi meningkatkan tingkat kesiapsiagaannya setelah serangkaian serangan dari Iran, demikian disampaikan seorang sumber nan dekat dengan milite(Satellite image ©2026 Vantor / AFP)
KEMENTERIAN Pertahanan Amerika Serikat (AS) alias Pentagon dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi untuk mengurangi jumlah pasukan AS nan ditempatkan di Timur Tengah. Wacana tersebut mencuat setelah sejumlah akomodasi militer AS mengalami kerusakan akibat serangan Iran.
Laporan The Washington Post, Selasa (18/8) menyebutkan, Pentagon juga mempertimbangkan kemungkinan tidak mengembalikan sejumlah pangkalan militer nan rusak ke kondisi seperti semula.
Skema pengurangan kehadiran militer tersebut sedang dipertimbangkan oleh instansi kebijakan Pentagon. Staf Gabungan AS dan Komando Pusat AS alias CENTCOM juga disebut tengah meninjau prospek tersebut.
Namun, seorang pejabat Pentagon nan tidak disebutkan namanya mengatakan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth belum memerintahkan peninjauan resmi mengenai rencana tersebut.
Menurut pejabat itu, pertimbangan nan dilakukan saat ini merupakan corak perencanaan bijak nan diharapkan dapat membantu menentukan keputusan mengenai pembangunan kembali pangkalan-pangkalan militer AS nan mengalami kerusakan.
CENTCOM merupakan komando militer AS nan bertanggung jawab atas wilayah Timur Tengah. Komando tersebut biasanya menempatkan sekitar 40 ribu prajurit di sekitar 20 situs militer AS nan tersebar mulai dari Yordania hingga Oman.
Sejak awal tahun ini, AS telah mengerahkan sejumlah besar aset militer tambahan ke area Teluk untuk mendukung operasi militernya terhadap Iran.
Aset nan dikerahkan mencakup kapal perang, pesawat tempur, serta sistem pertahanan udara. Penambahan kekuatan tersebut dilakukan ketika ketegangan militer antara AS dan Iran meningkat.
Secara keseluruhan, AS disebut telah meluncurkan lebih dari 13 ribu serangan terhadap Iran sejak perang pecah pada Februari.
Iran merespons dengan melancarkan serangan terhadap beragam akomodasi militer AS nan berada di sejumlah negara di area Teluk.
Kerusakan nan ditimbulkan serangan tersebut sekarang menjadi salah satu aspek nan diperhitungkan Pentagon dalam menentukan masa depan kehadiran militer AS di Timur Tengah, termasuk apakah seluruh pangkalan nan terdampak perlu dibangun kembali seperti kondisi sebelumnya. (H-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·