Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo.(ANTARA/Lifia Mawaddah Putri)
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memproyeksikan peningkatan signifikan jumlah penumpang LRT Jakarta setelah rute Kelapa Gading-Manggarai resmi beraksi secara penuh. Proyeksi ini didasarkan pada integrasi jalur nan lebih luas dibandingkan rute sebelumnya.
Pramono menjelaskan bahwa pada tahap awal pengoperasian rute Kelapa Gading-Manggarai, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 60.000 orang per hari. Angka ini diprediksi bakal terus meningkat seiring dengan normalisasi penggunaan jasa transportasi massal tersebut.
"Kalau ini selesai secara keseluruhan, nan sekarang sudah dihitung adalah penumpang sampai dengan Kelapa Gading-Manggarai diperkirakan di tahap awal kurang lebih 60.000, kelak jika sudah normal bakal sekitar 80.000," ujar Pramono saat meninjau Stasiun LRT Manggarai, Kamis (13/8/2026).
Lonjakan Penumpang dan Jam Operasional
Target 80.000 penumpang per hari tersebut merupakan lonjakan drastis jika dibandingkan dengan capaian rute eksisting. Sebelumnya, rute LRT Kelapa Gading-Velodrome hanya melayani sekitar 4.000 penumpang per hari. Dengan perpanjangan rute hingga Manggarai, LRT Jakarta diharapkan menjadi tulang punggung (backbone) baru transportasi di Jakarta.
Untuk mendukung sasaran tersebut, jam operasional LRT Jakarta bakal disesuaikan dengan agenda Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, ialah mulai pukul 05.00 hingga 24.00 WIB.
| Penumpang Rute Lama (Velodrome) | ~4.000 orang/hari |
| Proyeksi Tahap Awal (Manggarai) | ~60.000 orang/hari |
| Target Normal (Manggarai) | ~80.000 orang/hari |
| Jam Operasional | 05.00 - 24.00 WIB |
Rencana Ekstensi ke Dukuh Atas
Selain konsentrasi pada rute Manggarai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah mempersiapkan kelanjutan pembangunan trase hingga ke Dukuh Atas. Pramono menyatakan telah berkoordinasi dengan Asisten Perekonomian dan Keuangan Provinsi DKI Jakarta serta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengenai pendanaan dan agenda proyek.
Penyelesaian trase menuju Dukuh Atas dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2027. Pramono menegaskan bahwa alokasi biaya untuk kelanjutan proyek ini sudah tersedia dan ditargetkan rampung pada pertengahan tahun berikutnya.
"Kita bakal mulai tahun depan ini (2027) dan dananya sudah tersedia. Diharapkan selesai pada bulan Agustus 2028," pungkasnya. (Ant/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·