Menteri PPPA berbincang dengan seorang anak korban gempa Flores di RSUD Komodo, Senin (24/8/2026).(MI/Marianus Marselus)
PEREMPUAN dan anak menjadi perhatian unik dalam penanganan darurat pascagempa bumi magnitudo 7,7 nan mengguncang sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kemen PPPA, berbareng sejumlah mitra pembangunan dan bumi upaya mengirimkan 46,6 ton support unik bagi wanita dan anak terdampak gempa.
Bantuan tersebut diterima Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, pada Minggu, (23/8) di Pos Pendukung Logistik Nasional Halim Perdanakusuma, Jakarta. Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi kepada Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Dr. Raditya Jati, didampingi Tenaga Ahli Kepala BNPB Mayjen Purn Sun Suripto.
Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi mengatakan, kebutuhan wanita dan anak dalam kondisi musibah tidak dapat disamakan dengan kebutuhan korban secara umum. Karena itu, pemerintah memastikan support nan dikirim sesuai dengan kebutuhan golongan rentan tersebut.
“Kebutuhan wanita dan anak dalam situasi musibah mempunyai kekhususan nan kudu segera dipenuhi. Karena itu, kami melakukan pemetaan kebutuhan secara langsung agar support nan diberikan betul-betul menjawab kebutuhan mereka di letak terdampak,” ujar Arifatul.
Menurut Arifatul, Presiden juga telah mendesak seluruh kementerian dan lembaga, termasuk Kemen PPPA, untuk memastikan seluruh korban musibah mendapatkan penanganan secepatnya. Kemen PPPA pun bakal terus memperkuat kerjasama dengan beragam pihak untuk membantu wanita dan anak selama masa tanggap darurat hingga pemulihan.
“Arahan Presiden sangat jelas, seluruh korban kudu segera ditangani. Kami di Kemen PPPA bakal memastikan wanita dan anak tidak terlewat dalam penanganan bencana, termasuk kebutuhan perlindungan, kesehatan, sanitasi, hingga support psikososial,” katanya.
Bantuan nan dikirim mencakup kebutuhan pangan dan nutrisi, antara lain nutrisi untuk balita dan anak, air minum kemasan, makanan olahan serta beragam logistik siap saji.
Untuk kebutuhan sanitasi, kebersihan dan kesehatan, support juga berisi popok bayi, pembalut, sabun, pasta dan sikat gigi, serta losion antinyamuk.
Selain itu, dikirim pula kebutuhan nonmakanan berupa busana anak dan dewasa, mukena, abaya, handuk, selimut dan sarung. Kebutuhan pemulihan psikologis anak juga menjadi perhatian dengan disertakannya kitab edukasi psikososial, kitab cerita dan kitab mewarnai.
Sejumlah mitra pembangunan dan bumi upaya turut berkontribusi dalam support tersebut, di antaranya APSAI, APNIA, Danone, APJI, Muslimat NU, PWKI, IWAPI, Unilever, PERKIN, dan Nestlé.
Arifatul menegaskan, penanganan wanita dan anak korban musibah tidak berakhir pada pemberian support logistik. Perlindungan dari kekerasan, pemenuhan kebutuhan dasar, serta support psikososial juga kudu menjadi bagian dari penanganan di lapangan.
“Kami mau memastikan bahwa dalam situasi darurat sekalipun, kewenangan wanita dan anak tetap terlindungi. Bantuan bukan hanya soal makanan, tetapi juga soal keamanan, kesehatan, kebersihan, dan pemulihan psikologis,” tutur Arifatul.
Pengiriman support dilakukan setelah Kemen PPPA berkoordinasi dengan Dinas P3A Provinsi NTT serta tujuh kabupaten terdampak gempa. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memetakan kebutuhan wanita dan anak nan paling mendesak di lapangan.
Hasil pemetaan kemudian dibahas berbareng para mitra pembangunan melalui pertemuan daring. Para mitra merespons kebutuhan tersebut dengan komitmen dan solidaritas untuk mendukung penanganan korban gempa Flores.
Kemen PPPA juga membuka ruang kerjasama dengan beragam pemangku kepentingan, termasuk organisasi masyarakat, organisasi wanita dan bumi usaha, agar support bagi korban dapat terus diperkuat selama masa pemulihan.
Sementara itu, BNPB terus berkoordinasi dengan Pos Pendukung Logistik di Labuan Bajo dan Maumere, Kemen PPPA serta pihak mengenai lainnya. Koordinasi dilakukan untuk memastikan support nan diterima dikelola dan didistribusikan secara aman, lancar dan tepat sasaran kepada wanita dan anak nan terdampak gempa di wilayah Flores, NTT. (MM/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·