Performa A15 Bionic di Low Power Mode saingi SD888

  • Whatsapp

Dalam sebuah hasil benchmark Geekbench terbaru, diketahui bahwa A15 Bionic di iPhone 13 series dalam Low Power Mode masih setara dengan Snapdragon 888 milik Qualcomm.

Apple baru saja meluncurkan jajaran iPhone 13 bulan lalu. Semua perangkat tersebut hadir dengan berbagai peningkatan baru, termasuk SoC baru A15 Bionic yang sangat bertenaga.

SoC ini dalam kecepatan penuh dapat melibas berbagai SoC lain yang ada di pasaran saat ini. Tak ayal, A15 Bionic menjadi SoC terkencang yang ada di pasaran.

Namun ternyata, kemampuan dari A15 Bionic tidak hanya dapat melibas para pesaingnya pada saat dalam kekuatan penuh saja. SoC tersebut juga dapat mengungguli berbagai SoC pesaing meski dalam Low Power Mode.

Dalam benchmark yang dilakukan di GeekBench, A15 Bionic dengan mode standar berhasil mendapatkan skor single-core 1732 poin dan skor multi-core 4685 poin, yang merupakan skor luar biasa.

Di sisi lain, pada saat menggunakan Low Power Mode, A15 Bionic memiliki hasil benchmark single-core 727 poin dan skor multi-core 3497 poin, seperti lapor Wccftech (7/10). Tentu saja, ini merupakan hasil yang tidak kalah bagusnya.

Dibandingkan dengan kompetitor, skor multi-core Geekbench 5 Low Power Mode setara dengan Snapdragon 888. Jadi, tampaknya Qualcomm harus bekerja keras untuk dapat meningkatkan kemampuan SoC mereka jika ingin mengungguli Apple.

Perlu diperhatikan, saat masuk ke Low Power Mode, Apple mematikan dua “Avalanche” atau inti berkinerja tinggi dari A15 Bionic. Ketika inti berkinerja tinggi dinonaktifkan, perangkat itu hanya berjalan pada empat inti “Blizard” yang dikenal sebagai inti efisiensi tinggi. Hal ini dilakukan agar masa pakai iPhone pengguna akan jauh lebih efisien.

Pos terkait