Perjuangan Pesilat Cilik Timika demi Pencak Silat Piala Presiden 2026

2 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNN Indonesia --

Perjalanan panjang menembus ribuan kilometer dari ujung timur Indonesia tidak menyurutkan semangat orang tua pesilat cilik Papua tampil di Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026.

Demi mendukung talenta sang buah hati, Elisabeth dan Joseph Rumbiak rela menempuh perjalanan udara melelahkan dari Timika, Papua menuju Jakarta.

Elisabeth mendampingi putrinya, Gauri, pesilat cilik asal Timika nan menjadi satu-satunya perwakilan dari Bumi Cenderawasih. Mereka datang untuk berkompetensi di Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Nasional Piala Presiden 2026 nan digelar pada 25-28 Juni di Padepokan Pencak Silat, TMII, Jakarta Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demi mendampingi Gauri, Elis memboyong sang ayah, Joseph Rumbiak, serta anak ketiganya, Demas. Bagi Elis, kehadiran family di pinggir gelanggang merupakan corak support absolut untuk menguatkan mental sang putri.

"Yang pertama mungkin kita mengucap syukur ya bisa sampai di sini. Perjalanan satu hari ditibakan dari Timika sampai ke Halim. Perjalanan itu dari jam 06.30 pagi waktu Papua, sampai di sini jam 17.00 sore Waktu Indonesia Barat," ujar Elis kepada CNNIndonesia.com.

Rute penerbangan nan kudu dilalui family ini terbilang berliku. Mereka kudu memulai penerbangan dari Timika, lampau menuju Jayapura, bersambung ke Merauke, kembali ke Timika, transit di Makassar, hingga akhirnya mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Elis menceritakan bahwa setiap transit mengharuskan mereka turun dari pesawat dan menunggu proses bongkar muat peralatan bawaan. Kendati melelahkan, kelelahan itu terbayar lunas demi memandang semangat Gauri nan tampil di kelas usia awal kategori tanding prestasi.

"Setiap transit kami turun dulu, loading barang, naik lagi baru kita terbang. Pindah-pindahnya banyak, menunggu satu jam sampai satu jam setengah. Tapi lantaran semangatnya anak ini, kita sebagai orang tua pasti dukung penuh," kata Elis.

Gauri sendiri baru menggeluti bumi pencak silat, dan turnamen ini menjadi kejuaraan kedua dalam kariernya. Menariknya, pada debut perdananya di kejuaraan nasional di Ciracas Agustus 2025 lalu, bocah nan sekarang berguru di SD Inpres Kuamki II Timika tersebut langsung menyabet lencana emas.

Sikap suportif Elis juga terlihat dari langkah dirinya menjaga kondisi bentuk dan psikologis sang anak selama berada di Jakarta. Mengingat karakter Gauri nan sangat aktif, Elis mengaku kudu ekstra ketat dalam memantau pola rehat agar kondisi fisiknya tetap siaga menjelang pertandingan.

Banner Gempita Bola 2026

"Kalau dari pola tidur, anak ini aktif sekali ya. Jadi jika tidur tetap kudu dalam pemantauan orang tua, kudu selalu diingatkan. nan krusial kita mempersiapkan atlet kita saja agar tidak sakit dan kelak bertanding dalam keadaan baik," ucap Elis.

Turnamen nan diinisiasi oleh CNN Indonesia berbareng PB IPSI ini diikuti sekitar 2.000 pesilat muda dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK. Ajang ini mempertandingkan kategori Tanding dan Seni nan terbagi dalam kelas pemasalan maupun prestasi.

Elis berambisi arena Piala Presiden 2026 ini bisa menjadi batu loncatan besar bagi masa depan putrinya. Ia bermimpi talenta-talenta muda dari pelosok Indonesia, khususnya Papua, bisa mendapat kesempatan hingga ke tingkat internasional.

"Harapannya pasti Gauri buat nan terbaik dan membawa nama baik sekolahnya. Lewat Piala Presiden ini, semoga bisa menyaring bibit-bibit unggul untuk nasional apalagi ke internasional. Dari Papua, kami berambisi salah satu dari kami bisa terpilih," jelas Elis menutup perbincangan.

[Gambas:Video CNN]

(afr/afr/jun)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya