Perkelahian di Parlemen Afrika Akhiri Pembicaraan Kepemimpinan

  • Whatsapp

Kekacauan di parlemen Pan-Afrika minggu ini mengangkat tirai perebutan kekuasaan di benua itu.

Saling tendang, saling dorong, adu tubuh, pertengkaran dan perkelahian, itulah yang terjadi dalam sidang parlemen itu.

Badan kontinental itu menyatukan legislator Afrika untuk menerapkan kebijakan Uni Afrika. Sidang terakhirnya minggu ini ditangguhkan di tengah perkelaian fisik atas kepemimpinan yang mendorong delegasi berbahasa Portugis meminta bantuan ketika pertarungan sesungguhnya terjadi di lantai sidang.

VOA menyaksikan perkelaian itu selama dua jam.

Sidang itu dimulai pada 31 Mei dengan 229 anggota parlemen, yang datang dari negara-negara di benua Afrika, ke balai sidang di dekat Johannesburg. Tujuan sidang adalah memilih presiden baru.

Blok Afrika Selatan, yang dipimpin oleh Julius Malema yang berhaluan ekstrim kiri dari Afrika Selatan, melenggang dengan dukungan kuat dari para anggota parlemen sebagai kandidat dari wilayah mereka.

Namun mereka berhadapan dengan pertahanan yang kuat dari lawan mereka di Afrika Barat dan Timur, yang masing-masing mendukung kandidat yang berbeda. Para wakil dari Kawasan selatan Afrika menuntut untuk menduduki kursi pemimpin, dengan alasan bahwa kepemimpinan harus dirotasi berdasarkan wilayah – Afrika Barat saat ini memegang posisi itu.

Parlemen Afrika itu akhirnya membatalkan pemilihan presidennya, meninggalkan organisasi tanpa pemimpin yang jelas sampai pertemuan berikutnya. [lt/pp]

Pos terkait