Perkuat Bisnis Lewat Lima Kemitraan

1 jam yang lalu 2
Perkuat Bisnis Lewat Lima Kemitraan .(Istimewa)

HIMPUNAN Bank Perekonomian Rakyat Syariah Seluruh Indonesia (HIMBARSI) mendorong penguatan industri BPR Syariah melalui kerjasama lintas sektor. Upaya tersebut menjadi salah satu hasil utama Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) HIMBARSI 2026.

Rakornas tidak hanya dimanfaatkan sebagai arena pertimbangan dan konsolidasi, tetapi juga menghasilkan kesepakatan konkret berupa penandatanganan lima kerja sama strategis. Kemitraan tersebut melibatkan tiga bank umum syariah, satu perusahaan asuransi syariah, serta satu penyedia logam mulia.

Kolaborasi itu diarahkan untuk memperbesar kapabilitas upaya sekaligus membangun ekosistem nan lebih kuat bagi BPR Syariah di beragam daerah. Langkah tersebut dinilai krusial di tengah tantangan industri nan mencakup kondisi ekonomi, perkembangan teknologi, kebutuhan likuiditas, hingga kejuaraan di sektor jasa keuangan.

Sebanyak 121 peserta nan berasal dari BPR Syariah di sejumlah wilayah mengikuti Rakornas HIMBARSI 2026. Mengangkat tema Bersinergi, Berprestasi, dan Menginspirasi untuk Memperkuat Industri BPR Syariah di Indonesia, forum tersebut menjadi wadah untuk menyusun langkah berbareng menghadapi perubahan industri finansial nan semakin cepat.

Ketua Umum HIMBARSI Alfi Wijaya menekankan bahwa tema nan diusung dalam Rakornas kudu diwujudkan dalam program nan memberikan akibat nyata bagi anggota.

"Kebutuhan pengembangan teknologi guna meningkatkan daya saing industri BPR Syariah serta support likuiditas juga permodalan adalah tantangan nan diharapkan dapat diselesaikan dengan kerja sama sinergis dan kolaboratif antara BPR Syariah dan Bank Umum Syariah," ujar Alfi dikutip pada Minggu (23/8). 

Salah satu hasil kerjasama nan tengah disiapkan HIMBARSI adalah pengembangan jasa white label mobile banking. Platform tersebut nantinya dapat digunakan oleh BPR Syariah nan menjadi personil HIMBARSI.

Menurut Alfi, transformasi digital menjadi kebutuhan nan tidak dapat dihindari agar BPR Syariah bisa memberikan pelayanan nan lebih baik sekaligus tetap kompetitif menghadapi perkembangan perbankan digital.

"Diharapkan kerja sama ini dapat dimulai dengan aplikasi white label mobile banking nan bakal diimplementasikan dalam Tabungan Ukhuwah," tambahnya.

Dengan pola kerja sama tersebut, BPR Syariah tidak perlu mengembangkan sistem digital secara terpisah. Dukungan teknologi dapat diperoleh secara berbareng sehingga proses penguatan jasa digital menjadi lebih efisien.

Pengembangan teknologi tersebut juga diarahkan untuk menopang pertumbuhan Tabungan Ukhuwah, produk nan diinisiasi HIMBARSI dan sekarang telah digunakan oleh 61 BPR Syariah.

Sejak diperkenalkan pada 2022, produk tersebut mencatat perkembangan nan cukup pesat. Sampai Juli 2026, jumlah pengguna alias rekening nan tercatat mencapai 55.908. Angka itu meningkat 356,95% jika dibandingkan dengan masa awal peluncuran.

Dari sisi biaya nan sukses dihimpun, Tabungan Ukhuwah telah mencapai Rp417,8 miliar. Nilai tersebut mengalami kenaikan 275,92% dibandingkan capaian pada 2022.

Performa tersebut menjadi injakan bagi HIMBARSI untuk memperluas pengembangan produk berbareng sekaligus mendorong kebiasaan menabung melalui jaringan BPR Syariah.

HIMBARSI juga memperluas sinergi dengan industri asuransi syariah. Kerja sama tersebut tidak hanya menyasar penyediaan perlindungan bagi pengguna BPR Syariah, tetapi juga membuka kesempatan bagi BPR Syariah personil HIMBARSI untuk mengelola biaya nan berasal dari industri asuransi.

"Kerja sama HIMBARSI dengan asuransi syariah tidak hanya memenuhi jasa perlindungan kepada nasabah, bakal tetapi juga mewujudkan komitmen kerja sama dua arah dalam pengelolaan biaya nan dimiliki oleh asuransi kepada BPR Syariah-BPR Syariah personil HIMBARSI," jelas Alfi.

Ia menilai kesempatan penempatan biaya tersebut semakin terbuka dengan adanya perlindungan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga Rp2 miliar.

"Dengan nilai penjaminan LPS sampai dengan Rp2 miliar semestinya mendorong lembaga-lembaga finansial syariah seperti asuransi syariah dan bank umum syariah untuk dapat melakukan penempatan di BPR Syariah dengan mendapatkan bagi hasil nan kompetitif dan aman," ujarnya.

Sinergi ini diharapkan dapat memberikan tambahan pilihan dalam memperkuat likuiditas BPR Syariah sekaligus membentuk kerja sama upaya nan memberikan faedah bagi masing-masing lembaga finansial syariah.

Kemitraan HIMBARSI juga mencakup sektor logam mulia melalui kerja sama dengan vendor penyedia emas.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pembiayaan emas nan ditawarkan BPR Syariah. Strategi ini dinilai relevan seiring tingginya kesukaan masyarakat terhadap emas, baik sebagai instrumen investasi maupun aset untuk menjaga nilai kekayaan.

Lewat kerja sama tersebut, BPR Syariah berkesempatan mendapatkan nilai emas nan lebih bersaing sekaligus kepastian pasokan. Dua aspek itu menjadi aspek krusial untuk meningkatkan daya tarik pembiayaan emas di tengah masyarakat. (E-4)

Selengkapnya