Suasana puncak HUT ke-31 PT Mitratani Dua Tujuh, dari kanan ke kiri, Komisaris PT Mitratani Dua Tujuh Bambang Eko Prasetyo, Komisaris Utama PT Mitratani Dua Tujuh Winarto, Direktur PT Mitratani Dua Tujuh Yogi Subaktyana, dan Ketua Serikat Pekerja Agroindus(Dok. PT Mitratani Dua Tujuh)
KENAIKAN biaya produksi, perubahan regulasi, hingga perubahan nilai input pertanian menjadi tantangan nan kudu dihadapi pelaku agroindustri. Kondisi tersebut tidak hanya menuntut efisiensi di tingkat perusahaan, tetapi juga penguatan rantai pasok dari sisi hulu agar produktivitas dan kualitas hasil pertanian tetap terjaga.
Di tengah tantangan tersebut, PT Mitratani Dua Tujuh memperkuat kemitraan dengan petani sekaligus melakukan pembaruan tata nilai budaya kerja untuk meningkatkan daya saing bisnis. Langkah itu dilakukan dalam rangkaian peringatan ulang tahun ke-31 perusahaan di Jember, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.
Salah satu agenda nan dilakukan adalah peluncuran tata nilai budaya kerja baru berjulukan Go Fresh. Kerangka tersebut mencakup sejumlah prinsip mengenai kelebihan operasional, keandalan, serta penerapan standar mutu tinggi.
Direktur PT Mitratani Dua Tujuh, Yogi Subaktyana, mengatakan pembaruan budaya kerja diperlukan untuk merespons tekanan terhadap operasional perusahaan nan semakin kompleks.
Menurut dia, perubahan kebijakan sektoral, perubahan nilai bahan bakar, serta kenaikan nilai pupuk menjadi sejumlah aspek nan meningkatkan beban operasional. Kondisi tersebut sekaligus mendorong perusahaan untuk mempercepat transformasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital.
"Melalui internalisasi budaya kerja baru, kami mendorong efisiensi dan profesionalitas agar perusahaan tetap memberi faedah bagi ekosistem pertanian," tutur Yogi dikutip Sabtu (22/8).
Selain melakukan pembenahan internal, perusahaan memperkuat keberlanjutan rantai pasok melalui pengelolaan kemitraan dengan petani.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 18 petani mitra berprestasi dari Jember, Lumajang, dan Probolinggo menerima apresiasi berasas akumulasi poin kinerja. Apresiasi diberikan dalam corak akomodasi nan dapat menunjang aktivitas sehari-hari dan operasional pertanian, mulai dari traktor tangan, perangkat elektronik rumah tangga, hingga perangkat komunikasi.
Pemberian akomodasi tersebut menjadi bagian dari skema kemitraan nan menghubungkan kebutuhan industri dengan produktivitas petani di tingkat hulu. Bagi perusahaan, kualitas bahan baku menjadi salah satu aspek krusial untuk menjaga standar produk nan dihasilkan.
Sementara bagi petani, kepastian penyerapan hasil panen menjadi salah satu faedah utama dari pola kemitraan tersebut.
Perwakilan petani mitra dari Lumajang, Eko Suprayitno, mengatakan kerja sama dengan perusahaan memberikan kepastian pasar di tengah kondisi pasar pertanian nan dapat berubah.
"Selain memberikan kepastian pasar nan jelas, standar ketat perusahaan mendorong kami untuk konsisten menghasilkan komoditas dengan kualitas ekspor," jelas Eko.
Penguatan kemitraan petani juga berangkaian dengan upaya menjaga keberlangsungan industri secara keseluruhan. Rantai pasok agroindustri memerlukan kesinambungan pasokan bahan baku sekaligus konsistensi kualitas agar dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Dari sisi ketenagakerjaan, Ketua Serikat Pekerja Agroindustri (SPA) PT Mitratani Dua Tujuh turut menyoroti kontribusi perusahaan dalam menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sementara itu, Komisaris Utama PT Mitratani Dua Tujuh, Winarto, meminta manajemen menjadikan momentum ulang tahun perusahaan sebagai titik pertimbangan terhadap daya saing korporasi.
Ia menekankan pentingnya integritas dan kerjasama dalam menjaga ketahanan operasional serta kondisi finansial perusahaan di tengah perubahan lingkungan bisnis.
Rangkaian peringatan ulang tahun ke-31 tersebut mengusung tema 'Menguatkan Fondasi, Menggerakkan Inovasi, Menghadirkan Kualitas'. Selain agenda mengenai operasional dan kemitraan, aktivitas juga mencakup pembangunan akomodasi sosial dan keagamaan.
Perusahaan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Harits serta menyalurkan biaya tanggung jawab sosial kepada 31 anak yatim dari tiga yayasan sosial.
Di sisi pengembangan sumber daya manusia, perusahaan juga memperkenalkan program apresiasi berupa kesempatan ibadah umrah bagi tenaga kerja dengan keahlian unggul nan dijadwalkan berjalan pada September mendatang. (E-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·