ARTICLE AD BOX
Bandung, CNN Indonesia --
Persib Bandung harus menunda program latihan perdana nan rencananya bakal digelar di lapangan pendamping Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Selasa (7/7).
Pelatih Persib, Igor Tolic mengakui beberapa pemainnya sudah tiba di Bandung untuk bersiap memulai latihan. Begitu juga dengan para staf pelatih.
"Tapi sekarang mereka sedang berlatih individu. Mereka tetap beradaptasi. Beberapa pemain sedang sakit," ujar Igor di Stadion GBLA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anda tahu ketika Anda datang ke Indonesia, Anda mungkin terkena flu, masalah perut alias sesuatu," sambungnya.
Dengan argumen itu, Igor memutuskan untuk menunda program latihan berbareng agar kondisi para pemainnya dalam keadaan nan maksimal.
"Kami tidak mau mengambil akibat cedera apapun lantaran kami sebenarnya memikirkan perihal ini sebelumnya. Dan kami mempunyai sedikit lebih banyak waktu lantaran info baru datang setiap hari. Jadi, sebenarnya kami bisa merencanakan dengan lebih baik," katanya.
Pelatih asal Kroasia ini membenarkan Persib bakal menjalani banyak pertandingan di musim 2026/2027. Pasalnya empat kejuaraan bakal diarungi.
Mulai dari Super League nan merupakan Liga 1 Indonesia, AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship Shopee Cup dan Piala Presiden.
"Beruntung bagi kami, kali ini tahun ini kami mempunyai sedikit lebih banyak waktu. Jadi, kami mempunyai waktu untuk berpikir dan kemudian kami bisa mengatur segalanya. Ya, kami kami senang bahwa kami bekerja sama dengan semua orang," tuturnya.
Igor mengapresiasi PSSI sehingga Persib bisa mempunyai agenda nan ideal dalam menghadapi setiap pertandingannya. Ia kemudian menyinggung soal hambatan krisis timur tengah nan berakibat pada penerbangan dari Eropa.
"Jadi latihan bakal dimulai pada hari Sabtu (11/7), dan juga Anda kudu tahu bahwa ada krisis Timur Tengah. Jadi penerbangan dari Eropa, sering kali tertunda. Jadi, ketika Anda terbang melalui Doha, Dubai, alias Istanbul, Anda juga bisa mendapatkan tiket nan salah, alias Anda juga bisa tertunda di Doha lantaran ada perang nan sedang berlangsung. Jadi, banyak hal, tapi kami semuanya terkendali," pungkasnya.
(csr/dal)
Add
as a preferred source on Google

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·