Pesan Menteri Agama Nasaruddin Umar di Kalsel: Kelola SDA dan Jaga Alam

1 jam yang lalu 2
 Kelola SDA dan Jaga Alam Acara silaturahmi tokoh lintas kepercayaan se Kalsel ini juga dihadiri Forkopimda, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel dan lainnya. Acara dilanjutkan dengan tausiah berbareng ribuan jemaah di Mesjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin.(Dok. Istimewa)

MENTERI Agama RI, KH Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) nan berkepanjangan dan berwawasan lingkungan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan kemajuan serta kesejahteraan masyarakat. Hal tersebut disampaikan dalam aktivitas Silaturahmi antar tokoh kepercayaan se-Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Minggu (9/8).

Dalam arahannya, Menteri Agama mengingatkan bahwa Kalimantan Selatan merupakan wilayah nan diberkati dengan kesuburan merata, bebas dari ancaman gempa, serta mempunyai kekayaan SDA nan melimpah, mulai dari minyak bumi, batubara, hingga perkebunan sawit. Namun, dia menegaskan bahwa kekayaan tersebut menuntut tanggung jawab besar dalam pengelolaannya.

"Semua ini perlu dikelola secara bijak dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan," tutur Nasaruddin Umar di hadapan para tokoh kepercayaan dan jejeran Forkopimda Kalsel.

Harmoni dengan Alam dan Persatuan

Menteri Agama secara unik menyoroti hubungan antara manusia dan alam. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak merusak lingkungan, termasuk menghindari praktik pembakaran lahan nan merugikan banyak pihak. Menurutnya, pendekatan rohani dalam menjaga alam bakal membawa rahmat bagi daerah.

“Jangan memusuhi alam, jangan membakar alam, jangan merusak alam. Tapi mari kita berkawan dengan alam. Insya Allah alam itu bakal memberikan, membuka dirinya, membuka rahasianya, membuka rahmatnya jika kita mendekati secara rohani,” ungkapnya.

Selain aspek lingkungan, Nasaruddin juga menekankan bahwa persatuan dan kesatuan antarumat berakidah serta antaretnis adalah prasyarat absolut bagi pembangunan. Target-target di sektor pertanian, perkebunan, dan perdagangan di Kalsel diyakini bakal lebih mudah tercapai jika stabilitas sosial dan kerukunan tetap terjaga.

Tantangan Karhutla dan Krisis Energi

Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, memaparkan kondisi terkini wilayahnya nan sedang menghadapi tantangan serius akibat musim kemarau. Masalah utama nan dihadapi adalah maraknya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta krisis daya listrik.

Isu Utama Dampak nan Dilaporkan
Karhutla Kabut asap, gangguan penerbangan, dan gangguan kesehatan masyarakat.
Krisis Listrik Terjadinya pemadaman bergilir di wilayah Kalimantan Selatan.
Potensi SDA Minyak bumi, batubara, sawit, dan kesuburan lahan pertanian.

Gubernur Muhidin menyampaikan bahwa kabut asap akibat Karhutla telah mengganggu aktivitas transportasi udara dan kesehatan warga. Sementara itu, defisit daya listrik memaksa dilakukannya pemadaman bergilir nan berakibat pada produktivitas daerah.

Acara silaturahmi ini turut dihadiri oleh Kepala Kanwil Kemenag Kalsel dan beragam komponen masyarakat. Rangkaian aktivitas diakhiri dengan tausiah berbareng ribuan jemaah nan memadati Masjid Raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin. (DY/I-1)

Selengkapnya