Presiden Iran Masoud Pezeshkian(Iranian Presidency / AFP)
PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya saat ini tengah menghadapi "kondisi terburuk" dalam pertempuran perang ekonomi. Kendati demikian, Pezeshkian memastikan seluruh proyek pembangunan nasional tetap melangkah di tengah besarnya tekanan hukuman internasional.
Pezeshkian menyoroti gimana publik kerap kali hanya berfokus pada eskalasi militer, namun mengabaikan hantaman ekonomi nan tak kalah hebatnya.
“Meskipun kita sedang menghadapi kondisi terburuk dalam perang ekonomi, semua orang memandang perang rudal, tetapi mungkin tidak semua orang memandang tekanan ekonomi. Meski demikian, pekerjaan terus berjalan, dan perihal ini patut diapresiasi,” kata Pezeshkian sebagaimana dilaporkan Iranian Students’ News Agency (ISNA), Rabu (26/8).
Pezeshkian mengapresiasi seluruh pihak nan terlibat dalam penyelesaian beragam proyek prasarana strategis di tengah pusaran konflik. Menurutnya, capaian tersebut menjadi simbol ketangguhan nan luar biasa dari bangsa Iran.
“Mungkin dalam kondisi normal kita tidak bakal bisa mencapai sebanyak ini,” tegas Pezeshkian.
Guna mengatasi beban ekonomi tersebut, Pezeshkian optimistis Iran bisa melampaui masa-masa susah melalui penguatan solidaritas masyarakat, peningkatan akuntabilitas jejeran pejabat, serta pelibatan sektor swasta dan penanammodal secara masif.
“Saya percaya kita dapat bekerja jauh lebih baik. Dengan solidaritas dan support rakyat, akuntabilitas para pejabat, serta partisipasi sektor swasta dan investor, kita dapat dengan sigap mengatasi beragam persoalan negara,” tambahnya.
Tekanan ekonomi nan melilit Teheran merupakan buntut dari keputusan Amerika Serikat (AS) pada 2018 nan secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA).
Sejak penarikan diri tersebut, Washington memberlakukan kembali kebijakan kampanye "tekanan maksimum" (maximum pressure) terhadap Teheran. Sanksi ekonomi AS tersebut terus diperluas hingga menyasar komoditas ekspor minyak utama Iran, sektor perbankan dan keuangan, hingga jaringan perdagangan internasional negara tersebut. (Ant/Anadolu/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·