Polisi menggunakan teknologi 3D melalui Traffic Accident Analysis untuk mengungkap penyebab kecelakaan Drag Race dan Drag Bike Kotamobagu nan menewaskan 8 orang.(MI/Lina Herlina)
TIM campuran kepolisian mulai melakukan rekonstruksi ilmiah berbasis teknologi tiga dimensi (3D), untuk mengungkap penyebab tragedi maut dalam arena Drag Race dan Drag Bike Kotamobagu Championship 2026. Peristiwa nan terjadi pada Minggu (9/8) itu menewaskan 8 orang.
Rekonstruksi telah digelar di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara. Kegiatan ini melibatkan tim unik Traffic Accident Analysis (TAA) dari Korlantas Polri nan didatangkan langsung dari Jakarta.
Metode canggih ini diharapkan bisa memotret secara perincian dinamika kecelakaan, mulai dari kecepatan kendaraan, titik kehilangan kendali, hingga momen kendaraan menghantam area penonton di sisi lintasan.
"Penggunaan metode TAA dilakukan secara ilmiah untuk mengolah dan merekonstruksi kejadian dalam corak visual tiga dimensi. Kita nantinya dapat mengetahui secara pasti berapa laju dan kecepatan kendaraan saat memasuki area finish," ujar Dirlantas Polda Sulut Kombes Yudi Kristanto.
Proses pengambilan info di lapangan ditargetkan rampung dalam 2×24 jam. Hasil kajian bakal menjadi injakan utama interogator dalam menetapkan ada tidaknya unsur kelalaian alias pelanggaran norma dalam penyelenggaraan balapan nan berjalan selama empat hari itu.
Kapolres Kotamobagu AKBP Abdul Kholik menegaskan, pihaknya telah memeriksa 5-6 orang, termasuk panitia penyelenggara dan pembalap. Namun, pengemudi kendaraan nan mengalami kecelakaan saat ini tetap menjalani perawatan intensif di rumah sakit Manado.
"Pengemudi sudah kita periksa. Namun lantaran kondisi kesehatan, nan berkepentingan dirujuk ke Manado. Kami tetap mengedepankan aspek kemanusiaan serta asas prasangka tak bersalah. Belum ada penetapan tersangka," tegasnya.
Tragedi terjadi pada hari penutupan kejuaraan, Minggu (9/8) sekitar pukul 15.00-16.00 WITA. Kendaraan pembalap diduga kehilangan kendali setelah melewati garis finish dan kandas melakukan pengereman sempurna, hingga melaju ke arah penonton.
Meski perizinan aktivitas disebut telah sesuai prosedur, polisi memastikan bakal mengusut tuntas peristiwa ini. "Kami bakal mengusut tuntas dan membikin terang peristiwa ini demi kepastian hukum," tandas Abdul Kholik. (Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·