Polisi Janji Kedepankan Pendekatan Humanis Kawal Demo di Jakarta

58 menit yang lalu 1
Polisi Janji Kedepankan Pendekatan Humanis Kawal Demo di Jakarta Ilustrasi(ANTARA FOTO)

POLDA Metro Jaya menekankan pengamanan unjuk rasa di wilayah DKI Jakarta pada Selasa (18/8) mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Seluruh personel nan bekerja dilarang keras menggunakan senjata api dalam corak apa pun guna menjaga kondusivitas situasi di lapangan.

Kepala Biro Operasi (Karo Ops) Polda Metro Jaya Kombes Laode Aries menegaskan bahwa seluruh personel pengamanan, baik dari unsur Polri maupun TNI, wajib mengendalikan emosi. Petugas diminta tidak mudah terprovokasi saat melayani massa unjuk rasa nan menyampaikan aspirasinya.

"Pengamanan unjuk rasa kudu melangkah aman, tertib, dan tidak boleh menimbulkan kerusuhan maupun kerusakan akomodasi umum. Kendalikan diri, laksanakan tugas dengan humanis, sabar, dan terukur, serta jadikan penegakan norma sebagai langkah terakhir (ultimum remedium)," ujar Laode saat memberikan pengarahan apel pengamanan di Jakarta.

Laode menginstruksikan personel Provos untuk melakukan pemeriksaan ketat terhadap kelengkapan peralatan anggota. Ia memastikan tidak ada petugas, termasuk Satgas Intelijen dan Satgas Penegakan Hukum (Gakkum), nan membawa senjata api. Selain itu, pergerakan pasukan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) dan penggunaan gas air mata hanya boleh dilakukan atas perintah langsung Kapolda Metro Jaya.

Dalam penyelenggaraan tugas, personel Reskrim diminta bergerak dalam golongan tim untuk mengamankan pihak-pihak nan kedapatan membawa barang rawan sejak dini. Sinergi dan komunikasi berjenjang dengan unsur TNI juga terus diperkuat untuk menjaga soliditas pengamanan di titik-titik krusial.

Menariknya, para personel pengamanan tampak mengenakan pita hitam di lengan sebagai corak empati atas musibah gempa bumi nan menimpa masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatra Utara, dan Sulawesi. Laode menutup pengarahan dengan angan berbareng bagi para korban musibah tersebut.

Aksi unjuk rasa ini sebelumnya telah direncanakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dengan tajuk "Seruan Aksi Merebut Kemerdekaan". Aksi nan digelar sehari setelah HUT ke-81 RI tersebut rencananya dipusatkan di area Bundaran HI, Jakarta Pusat. (Ant/I-1)

Selengkapnya