Booth produk miras Newport,( Threads/@aqueer_)
KEPOLISIAN turun tangan menyelidiki rekaman video viral nan memperlihatkan tindakan tantangan (challenge) mahfuz Alquran berhadiah minuman keras (miras) di salah satu stan (booth) di pagelaran musik The Sounds Project di area Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.
Kapolsek Pademangan AKP Daniel mengonfirmasi bahwa jajarannya telah memonitor peredaran video tersebut dan sekarang tengah melakukan penelusuran lebih lanjut di lapangan.
"Kami sedang cek dan lidik kejadiannya. Masih kami dalami ya," ujar Daniel saat dikonfirmasi, Selasa (11/8).
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Ipda Maryati Jonggi, menyampaikan bahwa Unit Reskrim Polsek Pademangan saat ini konsentrasi mengumpulkan bukti serta fakta-fakta lapangan guna memastikan duduk perkara peristiwa tersebut.
Mengenai rencana pemanggilan terhadap pemilik stan maupun pihak penyelenggara The Sounds Project, Maryati menjelaskan bahwa langkah pemeriksaan saksi bakal diputuskan berasas hasil pendalaman awal.
"Terkait buletin tersebut, Unit Reskrim Polsek Pademangan sedang melakukan penyelidikan. Menunggu hasil penyelidikan seperti apa, kelak kami informasikan lebih lanjut ya," jelas Maryati Jonggi.
Kronologi Tantangan Hafal Al-Quran Berhadiah Miras
Peristiwa tersebut bermulai saat seorang visitor wanita mendatangi booth produk miras Newport di area pagelaran musik The Sounds Project pada Minggu (9/8). Dalam video nan beredar, wanita tersebut berdiri di depan booth dan melafalkan Surah Ad-Duha guna memenuhi tantangan nan diberikan.
Setelah selesai melafalkan surah tersebut, visitor tersebut dinyatakan berkuasa mendapatkan minuman beralkohol secara gratis. Suasana di sekitar booth seketika riuh dengan gelak tawa dan sorakan.
Sementara itu, pemanu aktivitas (Master of Ceremony/MC) di booth produk miras Newport, Ega, menyampaikan permintaan maaf terbuka. Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui akun Threads @aqueer_ setelah aksinya menuai kecaman dan dianggap menyinggung agama.
Ega menjelaskan bahwa kejadian bermulai ketika dirinya sedang melakukan hubungan dengan visitor pada jarak acara.
Menurut keterangannya, seorang visitor nan mengenakan busana putih tiba-tiba mengambil mikrofon nan sedang digunakannya.
Pengunjung tersebut kemudian memberikan sayembara kepada visitor lain untuk melafalkan salah satu surah dalam Al-Qur’an dengan hadiah nan ditawarkan berupa sebotol minuman keras.
Ega mengaku tidak segera mengambil kembali mikrofon tersebut. Ia menyebut kelalaian tersebut menjadi tanggung jawabnya sebagai MC lantaran bekerja memastikan aktivitas di booth berjalan sesuai dengan konsep nan telah ditentukan.
Ega kemudian kembali menyampaikan permintaan maaf dan mengatakan kejadian tersebut menjadi pembelajaran baginya agar lebih sigap dalam mengendalikan situasi ketika menjalankan tugas sebagai MC.
(Ant/P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·