Polisi Selidiki Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik The Sounds Project Ancol

2 jam yang lalu 4
Polisi Selidiki Dugaan Penistaan Agama di Festival Musik The Sounds Project Ancol Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto.(Dok. Antara)

KEPOLISIAN tengah mendalami video viral nan memuat dugaan penistaan agama pada aktivitas festival musik "The Sounds Project" di area Ancol, Jakarta Utara. Peristiwa tersebut diduga terjadi di letak aktivitas pada Minggu (9/8) sekitar pukul 22.00 WIB.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menjelaskan bahwa pihak kepolisian melalui Polsek Pademangan telah bergerak sigap untuk memproses kasus tersebut. Koordinasi telah dilakukan dengan pihak penyelenggara aktivitas (event organizer/EO) serta pemilik stan (booth) di letak guna mendukung kelancaran proses hukum.

"Penyidik menjadwalkan pemanggilan penjelasan terhadap pihak EO serta pemandu aktivitas (master of ceremony/MC) pada Selasa," ujar Budi di Jakarta, Selasa (11/8).

Budi menambahkan, pihak kepolisian bakal melengkapi manajemen penyelidikan dan melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan status norma dari dugaan kasus tersebut. Selain itu, kepolisian juga memfasilitasi dan membuka ruang bagi masyarakat nan mau membikin laporan resmi mengenai peristiwa ini.

Kronologi Video Viral

Dugaan penistaan kepercayaan ini mencuat setelah beredar sebuah video viral di media sosial X melalui akun @Jakartatalk. Dalam video tersebut, terlihat sebuah merek minuman mengadakan aktivitas tantangan (challenge) terhadap salah satu pengunjung.

Dalam tindakan tantangan tersebut, visitor nan berkepentingan membacakan salah satu ayat dari kitab suci Al-Quran, nan kemudian memicu reaksi negatif dari warganet lantaran dianggap tidak pada tempatnya.

Klarifikasi Penyelenggara

Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak penyelenggara The Sounds Project melalui akun resminya telah menyampaikan permohonan maaf. Mereka menegaskan bahwa tantangan tersebut dilakukan di luar pengarahan alias persetujuan pihak penyelenggara.

"Kami tidak pernah dan tidak bakal pernah menoleransi corak penistaan kepercayaan alias tindakan nan menyinggung SARA oleh pihak mana pun nan beraktivitas di area aktivitas kami, termasuk sponsor dan mitra kerja sama," tulis pihak penyelenggara dalam pernyataan resminya. (Ant/H-3)

Selengkapnya