Jakarta, CNBC Indonesia - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencatat penurunan nilai deposit gambling online alias judol, seiring dengan tindakan blokir transaksi ribuan rekening bandar judol.
Dalam Siaran Pers B/005/HM.01/3.1/VIII/2026, PPATK mengungkapkan, total penghentian transaksi terhadap rekening bandar gambling online sudah mencapai 5.762. Membuat jumlah deposit judol pada Semester I-2026 tersisa Rp 22 triliun, alias turun sekitar 57,11% dari catatan 2025 sebesar Rp 51,3 triliun.
"Jumlah deposit tercatat sekitar Rp34 triliun pada 2024 dan Rp51,3 triliun pada 2025. Memasuki Semester I 2026, jumlah deposit tercatat sekitar Rp22 triliun. Upaya tersebut juga diikuti dengan penghentian transaksi terhadap 5.762 rekening bandar gambling online," dikutip dari siaran pers PPATK, Kamis (27/8/2026).
PPATK turut mencatat, perputaran biaya gambling online juga kian menurun saat ini, dari nan pada 2024 mencapai sekitar Rp359,81 triliun, pada 2025 turun menjadi sekitar Rp286,84 triliun alias 20,3%.
PPATK juga mengungkapkan, senilai Rp588,62 miliar biaya gambling online telah disita untuk negara berasas putusan pengadilan nan telah berkekuatan norma tetap.
Angka tersebut belum termasuk biaya nan tetap diblokir interogator ataupun nan proses hukumnya belum memperoleh putusan pengadilan.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

4 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·