PPKM Darurat, Konsumsi Listrik Jawa-Madura-Bali Anjlok

  • Whatsapp

Jakarta: PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menyatakan terjadi penurunan beban puncak konsumsi listrik di sistem Jawa- Madura-Bali sebesar tujuh persen di masa PPKM Darurat.
 
Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan, secara kapasitas penurunan tersebut setara rata-rata 2.000 megawatt (MW) dibandingkan konsumsi pada masa normal. Padahal sebelumnya, beban puncak berkisar sebesar 26.800-26.900 MW.
 
“Dengan PPKM di awal Juli, kita melihat perkembangan di sistem Jawa Madura baik beban puncak sebesar tujuh persen,” kata Bob dalam webinar, Kamis, 22 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Bob mengatakan penurunan yang paling terasa yakni pada pelanggan bisnis seperti mal dan gedung perkantoran. Ia bilang rata-rata turun hingga batas minimal.
 
“Dengan adanya PPKM ini sektor yang terdampak adalah bisnis karena mal-mal kan enggak boleh buka kemudian pedagang juga tutup. Itu sangat signifikan memangkas 18 persen kontribusinya secara total,” tutur Bob.
 
Namun, lanjut Bob, pihaknya berharap kebijakan PPKM Darurat yang mengharuskan masyarakat untuk tinggal di rumah lebih lama akan mampu mendobrak konsumsi listrik dari pelanggan rumah tangga yang diramal bisa tumbuh 9-10 persen. Apalagi, pemerintah telah menggelontorkan stimulus bagi pelanggan rumah tangga golongan 450-900 volt ampere (VA) bersubsidi.
 
“Sangat dibantu sekali untuk pelanggan kecil itu sudah diberikan kemudahan oleh pemerintah diberikan diskon 50 persen,” jelas dia.
 
(DEV)

Pos terkait