Presiden Prabowo Subianto berpidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).(tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)
PRESIDEN RI Prabowo Subianto mengatakan bahwa dalam masa pemerintahannya, pemerintah telah memangkas sebanyak 145 patokan penyaluran pupuk bersubsidi dan sukses menurunkan nilai pupuk hingga 20 persen bagi para petani di seluruh Indonesia.
“Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah negara kesatuan republik indonesia. Pertama kali nilai pupuk dapat kita turunkan kepada rakyat,” kata Prabowo saat Sidang Tahunan MPR-DPR RI, Jumat (14/8).
Akan tetapi, pada saat nan bersamaan, Prabowo menyampaikan bahwa volume kesiapan pupuk bersubsidi justru bertambah disaat pemerintah menurunkan nilai pupuk bersubsidi.
“Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk. Dan lantaran itulah produksi meningkat, dan lantaran itulah juga kita lebih sigap swasembada pangan,” beber Prabowo.
Selain itu, Prabowo juga menyebut bahwa untung PT Pupuk Indonesia mengalami kenaikan hingga 252,8%. Prabowo menegaskan bahwa perihal tersebut merupakan hasil kerja keras Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amean sulaiman serta penyuluh pertanian nan didukung oleh kementerian/lembaga lain, pemerintah daerah, TNI dan juga Polri.
“Dengan semangat gotong royong kita telah mencapai suatu preatasi nan diakui oleh dunia, lantaran itu tahun ini kita sudah swasembada 8 komoditas pangan ialah swasembada beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabe besar, dan cabe rawit,” pungkasnya. (P-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·