Prabowo Minta Jajaran Fokus Layani Rakyat NTT, Hindari Seremonial Pejabat

13 jam yang lalu 3
Prabowo Minta Jajaran Fokus Layani Rakyat NTT, Hindari Seremonial Pejabat Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat penanganan musibah gempa bumi NTT.(Dok. Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan petunjuk tegas kepada seluruh jejeran pemerintah nan terlibat dalam penanganan musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia meminta agar prioritas utama diberikan sepenuhnya pada pelayanan dan penyaluran support kepada masyarakat terdampak, tanpa terganggu oleh agenda seremonial kunjungan pejabat.

Prabowo menegaskan bahwa penanganan situasi darurat kudu berorientasi pada kebutuhan rakyat. Ia mengungkapkan argumen di kembali keputusannya untuk tidak langsung terjun ke letak musibah pada tahap awal, ialah guna memberikan ruang bagi lembaga mengenai untuk bekerja secara maksimal.

“Saya mau beri kesempatan semua lembaga untuk melayani rakyat langsung,” ujar Prabowo saat memimpin rapat penanganan gempa di Nagekeo, NTT, Rabu (27/8).

Hindari Konsentrasi Terpecah

Menurut Presiden, kehadiran pejabat pusat nan terlalu masif di letak musibah sering kali justru memecah konsentrasi petugas di lapangan. Aparat pemerintah daerah, lanjutnya, semestinya konsentrasi pada penanganan korban, bukan menghabiskan daya untuk urusan protokol, seperti menyambut alias mendampingi kunjungan pejabat.

“Kadang-kadang jika terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi. Jadi pejabat wilayah kudu menjemput dan sebagainya. Itu kadang-kadang ada kecenderungan akhirnya bisa menjadi mengalihkan konsentrasi pertama,” jelasnya.

Prabowo menilai kondisi tersebut dapat menghalang tindakan sigap nan sangat dibutuhkan masyarakat dalam situasi darurat. Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah di wilayah musibah kudu membawa solusi nyata, bukan sekadar peninjauan tanpa akibat signifikan.

Pusat Fokus pada Pengerahan Bantuan

Meskipun tidak langsung datang di letak pada fase awal, Prabowo memastikan pemerintah pusat terus melakukan pemantauan ketat. Fokus utama pusat adalah memastikan efektivitas pengerahan bantuan bencana dan pelayanan medis maupun logistik.

“Tapi kita terus memonitor dan nan paling krusial dari pusat adalah mengerahkan pelayanan dan bantuan. Itu nan paling penting,” tegas Presiden.

Ia juga mengingatkan agar setiap kunjungan kerja ke wilayah terdampak kudu dibarengi dengan keahlian mengirimkan support secara cepat. “Kalau kita datang lenyap itu hanya lihat musibah tapi tidak bisa mengatasi, tidak bisa kirim bantuan, ya itu akhirnya kurang efektif,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur nan telah bekerja di lapangan, mulai dari jejeran TNI, Polri, Basarnas, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atas dedikasi mereka dalam menangani akibat musibah di NTT. (H-3)

Selengkapnya