Prabowo: Rp50 Triliun Dulu Habis hanya untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN

56 menit yang lalu 3
 Rp50 Triliun Dulu Habis hanya untuk Gaji Direksi dan Komisaris BUMN Presiden Prabowo Subianto(tangkapan layar YouTube TVR Parlemen)

PRESIDEN Prabowo Subianto mengatakan terlalu banyak BUMN nan tidak produktif. Contohnya terlalu banyak lapisan dewan dan komisaris.

Saat membentuk Danantara, katanya, pihaknya menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya.

"Hari ini saya melaporkan kepada majelis nan terhormat, kita telah tutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya mempunyai paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih bakal kita tutup. Hanya nan produktif, hanya nan menciptakan nilai tambah bakal kita pertahankan," ujar Prabowo saat menyampaikan PidatoSidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI - DPD RI, Jumat (14/8).

Menurutnya itu bisa jadi adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Dengan perampingan jumlah BUMN, katanya, hari ini pemerintah telah irit overhead sekitar Rp50 triliun.

"Ini artinya setiap tahun Rp50 triliun tidak lagi lenyap untuk membiayai penghasilan dewan dan komisaris, dan hal-hal nan tidak produktif. Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal nan langsung berfaedah bagi rakyat," ungkapnya.

Hari ini Presiden Prabowo Subianto bakal menyampaikan pidato kenegaraan tahunan dua kali pada hari ini, Jumat (14/8) di Gedung DPR/MPR. 

Pidato pertama dijadwalkan pada 09.30 dalam rangka Penyampaian Laporan Kinerja Lembaga-Lembaga Negara dan Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Kemudian pada Rapat Paripurna DPR RI dalam Rangka Penyampaian RUU APBN Tahun 2026, Presiden bakal menyampaikan pidato kenegaraan pada pukul 15.00. (P-4)

Selengkapnya