Prabowo Sebut Pertumbuhan Ekonomi Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun

46 menit yang lalu 2
Prabowo Sebut Pertumbuhan Ekonomi Semester I 2026 Tertinggi dalam 13 Tahun SIDANG TAHUNAN MPR RI: Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).(MI/Usman Iskandar)

PRESIDEN RI Prabowo Subianto menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia mencatat keahlian positif sepanjang semester I 2026. Ekonomi nasional tumbuh 5,45% secara tahunan (year-on-year/yoy), sekaligus menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

“Ekonomi kita pada semester pertama tahun ini tumbuh tertinggi dalam 13 tahun terakhir. Inflasi tetap tetap terkendali. Permintaan domestik tetap kuat,” kata Prabowo dalam Penyampaian Pengantar/Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat (14/8).

Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 mencapai 5,45% secara tahunan dibandingkan periode nan sama pada 2025.

Dari sisi produksi, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi lapangan upaya dengan pertumbuhan paling tinggi, ialah mencapai 11,83%. Sementara berasas komponen pengeluaran, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 18,62%.

Menurut Prabowo, capaian ekonomi tersebut berjalan di tengah situasi dunia nan tetap penuh tantangan. Perekonomian bumi menghadapi sejumlah tekanan, antara lain kenaikan nilai daya nan dipicu perang, tingkat suku kembang dunia nan tetap tinggi, tekanan terhadap nilai tukar di beragam negara, serta ketegangan geopolitik nan turut menghalang perdagangan internasional.

Realisasi APBN 2026

Selain pertumbuhan ekonomi, Prabowo turut menyoroti kontribusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dalam menjaga stabilitas dan momentum perekonomian nasional.

Hingga akhir Juli 2026, pendapatan negara tercatat meningkat 21,3% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya. Pada saat nan sama, shopping negara tumbuh sebesar 18,2%.

Prabowo menjelaskan bahwa peningkatan shopping pemerintah diarahkan untuk mempertahankan daya beli masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, sekaligus memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi nasional.

Meski shopping negara mengalami peningkatan, pemerintah tetap bisa menjaga defisit APBN pada level nan terkendali. Hingga akhir Juli 2026, defisit tercatat sebesar 0,91% terhadap produk domestik bruto (PDB).

“Ini adalah bukti bahwa keberpihakan kepada rakyat dapat melangkah berbareng disiplin fiskal,” ucapnya.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah tidak memandang pertumbuhan ekonomi dan disiplin fiskal sebagai dua agenda nan kudu dipilih salah satunya. Menurut dia, keduanya dapat dijalankan secara bersamaan.

“Kita memilih keduanya. Kita tidak memilih antara membantu rakyat dan menjaga APBN. Kita melakukan keduanya,” ujar Prabowo. (Ant/E-4)

Selengkapnya