Prabowo Subianto Soroti Birokrasi Korup dan Berbelit

52 menit yang lalu 2
Prabowo Subianto Soroti Birokrasi Korup dan Berbelit Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Jumat (14/8).(Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan teguran keras terhadap praktik birokrasi nan berbelitan dan korup dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR dan DPD di Jakarta, Jumat (14/8). Ia menegaskan bahwa inefisiensi birokrasi merupakan halangan utama pembangunan nan membikin program pemerintah sering kali tidak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Birokrasi nan tidak efisien, birokrasi nan korup bakal menghancurkan suatu bangsa. Negara kudu memudahkan rakyat, bukan mempersulit," tegas Prabowo. Ia meminta seluruh jejeran birokrasi, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk segera berbenah dan berakhir menggunakan kedudukan demi kepentingan pribadi, keluarga, alias golongan tertentu.

Prabowo menekankan bahwa persoalan ini kudu diakui secara terbuka dan diberantas, bukan ditutup-tutupi. Menurutnya, di era digital dan keterbukaan info saat ini, upaya menyembunyikan kebobrokan birokrasi sudah tidak lagi relevan. Ia menuntut adanya kesamaan sikap dari seluruh elite politik untuk menghadapi tantangan ini secara nyata.

Kritik tersebut juga ditujukan secara spesifik kepada pemerintah daerah, mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten. Presiden meminta para pejabat untuk lebih sering turun ke lapangan dan mendengar langsung keluhan warga.

"Tanya rakyat, dengarkan bunyi rakyat. Mereka nan pertama menyampaikan bahwa sering program-program tidak sampai ke rakyat," lanjutnya.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaitkan masalah birokrasi dengan pemenuhan kebutuhan dasar, seperti sektor pertanian. Ia mencontohkan kesulitan petani dalam mendapatkan pupuk dan jatuhnya nilai gabah akibat patokan nan rumit. Baginya, bangsa nan kuat adalah bangsa nan bisa memberi makan rakyatnya sendiri tanpa halangan administratif nan tidak perlu.

Sebagai penutup, Presiden mengingatkan bahwa birokrasi semestinya menjadi instrumen pelayanan nan memudahkan kewenangan rakyat. Ia menyerukan persatuan para pemimpin untuk memastikan birokrasi bekerja efektif dan berani membenahi patokan nan selama ini menghalang kemajuan masyarakat. (Z-10)

Selengkapnya