Prabowo: Swasembada Energi RI Mulai Kita Wujudkan

57 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden RI Prabowo Subianto menyebut Indonesia mulai mewujudkan swasembada energi. Hal tersebut seiring dengan diterapkannya mandatori biodiesel 50% alias B50.

Prabowo mengatakan penerapan B50 membikin Indonesia tidak lagi berjuntai pada impor solar dari luar negeri. Adapun, kebijakan tersebut mulai bertindak secara penuh pada 1 Juli 2026.

"Janji swasembada daya sekarang sudah mulai kita wujudkan dengan pertama kali swasembada jenis solar kita sukses produksi diesel dengan B50 dari kelapa sawit. Sehingga mulai tahun ini mulai 1 Juli 2026 kita tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri," ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD dalam Rangka HUT ke-81 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026)

.

Menurutnya, penghentian impor solar tersebut memberikan akibat positif terhadap penghematan devisa negara. Pemerintah diperkirakan dapat menghemat devisa sekitar Rp170 triliun.

"Kita sukses menghemat devisa Rp170 triliun, sekitar 9,5 miliar dolar as tidak lagi kudu kita kirim ke luar negeri," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dicampur bahan bakar nabati (BBN) berbasis minyak kelapa sawit 50% alias biodiesel 50% (B50) pada hari ini, Kamis (9/7/2026).

Peresmian mandatori B50 ini merupakan agenda strategis pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM khususnya jenis solar dan memperkuat nilai tambah sumber daya alam nasional, serta menjaga ketahanan ekonomi dan kedaulatan daya Indonesia.

Peresmian B50 ini diantaranya dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi & Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto dan juga Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, serta Menteri kabinet lainnya.

Prabowo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa dengan diluncurkannya program B50, Indonesia resmi menjadi negara pertama di Dunia nan menerapkan mandatori biodiesel B50.

"Indonesia resmi menjadi negara pertama di Dunia nan menerapkan mandatori biodiesel B50. Ini bukan sekedar pencapaian teknologi, ini bukti Indonesia bisa memanfaatkan kekayaan alam sendiri untuk kepentingan rakyat sendiri," terang Prabowo dalam sambutannya di Karawang, Kamis (9/7/2026).

"Ini adalah tonggak krusial dalam perjalanan kemandirian energi," tambah Prabowo.

Bagi Prabowo, kemandirian dan kelangsungan hidup suatu bangsa antara lain ditentukan oleh 3 hal. Diantaranya: pertama mampukah bangsa itu menghasilkan pangan untuk rakyat, kedua mampukah bangsa itu mempunyai sumber daya sendiri tidak tergantung bangsa lain. Ketiga mampukah negara itu juga mempunyai sumber air.

"Hari ini saya bangga datang di sini, hari ini saya tunggu-tunggu, dari sejak saya belum dilantik Presiden, ada tim inti saya tim penasehat saya selalu saya tekankan, kudu swasembada pangan, kudu swasembada energi, tidak boleh impor BBM, tidak boleh impor pangan. Dari sejak sebelum saya jadi presiden, sejak saya ketum HKTI. sejak saya menteri pertahanan. konsentrasi saya bakal kelola ini," tegas Prabowo.

"Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirahim pada siang ini hari Senin 9 Juli 2026 dengan rahmat tuhan nan maha besar, saya Prabowo Subianto Presiden Indonesia dengan ini saya luncurkan biodiesel B50," tutup Prabowo dalam peresmiannya.

(ven) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya