Pengunjung memadati area motor listrik untuk memandang beragam model terbaru nan ditawarkan produsen otomotif pada pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (29/11/2025).(MI/Permana)
PEMERINTAH resmi mengumumkan rencana penyaluran insentif berskala besar untuk mendukung produksi satu juta motor listrik lokal oleh perusahaan dalam negeri. Kebijakan strategis ini digulirkan guna mengakselerasi transisi energi, menekan volume impor bahan bakar minyak (BBM), serta memperkokoh kemandirian industri manufaktur nasional.
“Hari ini kita umumkan, kita bakal berikan insentif nan cukup besar untuk mereka nan bisa membangun satu juta motor listrik nan diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia,” ujar Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan Pengantar serta Keterangan Pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Jakarta, Jumat (14/8).
Kepala Negara menjelaskan bahwa skema insentif untuk kendaraan roda dua berbasis baterai ini dirancang untuk mencapai tiga sasaran utama secara bersamaan. Tujuan tersebut meliputi penurunan nilai jual kendaraan agar lebih terjangkau oleh masyarakat, pengurangan konsumsi daya impor, serta penguatan ekosistem industri motor listrik nasional secara menyeluruh nan mencakup rantai pasok baterai, komponen pendukung, perangkat lunak, hingga sektor jasa purnajual.
Lebih lanjut, pemerintah menilai Indonesia saat ini telah mempunyai nyaris seluruh unsur esensial nan dibutuhkan di dalam rantai pasok baterai kendaraan listrik. Implementasi penggunaan motor listrik hasil pabrikan domestik ini pun diyakini bisa memberikan akibat positif beruntun bagi kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi ekonomi rumah tangga, penggunaan motor listrik diproyeksikan bisa memangkas biaya pengeluaran hingga sekitar 50% jika dibandingkan dengan motor konvensional berbahan bakar fosil, dengan potensi efisiensi nan apalagi bisa turun hingga menyisakan sekitar 30% dari pengeluaran saat ini. Selain itu, masifnya mengambil kendaraan listrik di tengah masyarakat diyakini dapat menekan kebutuhan impor daya secara nasional serta membuka lapangan kerja baru guna mendongkrak pendapatan masyarakat.
Sebelum pengumuman kebijakan fiskal tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga sempat meninjau langsung kesiapan prasarana industri hijau di lapangan. Kepala Negara meresmikan motor listrik nasional buatan dalam negeri beserta ekosistem pendukungnya di akomodasi produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8).
Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memberikan apresiasi tinggi kepada para pelaku upaya swasta domestik nan berani mengambil akibat untuk memproduksi motor listrik nasional di tengah ketatnya persaingan pasar melawan gempuran produk buatan Tiongkok, Jepang, maupun Korea Selatan. (Ant/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·