Presiden: Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia

1 jam yang lalu 4
 Posisi Iran Kuat dan Bermartabat di Mata Dunia Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat (21/8) mengatakan bahwa lebih baik mengakhiri perang sekarang lantaran Iran berada dalam posisi nan "kuat dan bermartabat".(Xinhua)

PRESIDEN Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa saat ini merupakan momentum terbaik untuk mengakhiri bentrok dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Jumat (21/8) dengan menekankan bahwa Iran saat ini berada dalam posisi nan kuat dan terhormat di mata dunia.

Berbicara dalam Sidang Umum ke-31 Asosiasi Islam Perhimpunan Medis Iran di Teheran, Pezeshkian menegaskan bahwa perang dengan AS pada akhirnya kudu berakhir. Ia menilai bumi internasional telah mengakui posisi Iran, sementara AS mendapat kecaman luas akibat pelanggaran patokan internasional.

"Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang, saat kita berada dalam posisi nan kuat dan bermartabat, dan seluruh bumi mengakui kemenangan kita," ujar Pezeshkian sebagaimana dikutip dari pernyataan resmi instansi kepresidenan.

Status Nota Kesepahaman (MoU) Perdamaian

Pezeshkian menyoroti Nota Kesepahaman (MoU) perdamaian nan ditandatangani antara Iran dan AS pada 18 Juni lalu. Dokumen tersebut dirancang untuk menghentikan permusuhan di seluruh front di Timur Tengah. Presiden Iran menggambarkan kesepakatan tersebut sebagai pencapaian besar nan terhormat.

Ia menekankan beberapa poin krusial mengenai MoU tersebut:

  • Tidak ada ketentuan nan mengisyaratkan penyerahan diri dari pihak Iran.
  • Seluruh tanggungjawab dalam kesepakatan menjadi tanggung jawab pihak musuh (AS).
  • Kesepakatan disetujui dengan semangat persatuan oleh Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran.

Kesiapan Militer dan Ketidakpastian Perundingan

Meski menyerukan perdamaian, Pezeshkian memberikan peringatan keras bahwa Iran tidak bakal tinggal tak bersuara jika kembali diserang. Ia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran berada dalam kesiapan penuh untuk memberikan respons nan menghancurkan terhadap segala corak intimidasi.

Berikut adalah lini masa dan status perundingan Iran-AS berasas info terbaru:

Tanggal/Periode Peristiwa Penting
18 Juni Penandatanganan MoU penghentian perang di semua front Timur Tengah.
17 Agustus Batas waktu 60 hari untuk mencapai kesepakatan final (berakhir).
21 Agustus Pidato Presiden Pezeshkian mengenai posisi tawar Iran nan kuat.
Status Saat Ini Nasib perundingan belum jelas akibat meningkatnya ketegangan bulan lalu.

Pezeshkian menuduh AS telah melanggar norma internasional dengan menyerang prasarana sipil seperti sekolah dan rumah sakit. Oleh lantaran itu, dia menilai posisi moral Iran lebih unggul di kancah dunia saat ini. Namun, hingga sekarang belum ada kepastian mengenai kelanjutan perbincangan setelah tenggat waktu 60 hari pada Senin (17/8) terlampaui tanpa kesepakatan final nan konkret. (Xinhua/Ant/I-1)

Selengkapnya