Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Riau, Tekankan Pencegahan Permanen

17 jam yang lalu 1
Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Riau, Tekankan Pencegahan Permanen Presiden Prabowo Subianto meninjau penanganan karhutla di Riau.(Dok. MI)

PRESIDEN Prabowo Subianto memimpin rapat pertimbangan penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Posko Aju Riau, Kota Pekanbaru, pada Senin (24/8). Kunjungan ini bermaksud memastikan pemadaman tuntas sekaligus memperkuat sistem pencegahan permanen agar musibah serupa tidak berulang setiap musim kemarau.

Berdasarkan info BPBDPK Riau, sepanjang Januari hingga Agustus 2026, total luasan lahan nan terbakar mencapai 16.277,50 hektare dengan 10.514 hotspot terdeteksi. Dari jumlah tersebut, 521 titik terkonfirmasi sebagai titik api. Hingga 23 Agustus, tercatat tetap ada 306 hotspot dengan 7 titik api aktif nan tersebar di Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, dan Kampar.

Meski demikian, kerja keras tim campuran sukses menekan luasan lahan nan tetap terbakar menjadi sekitar 900 hektare. Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi kepada TNI, Polri, BPBD, dan seluruh pihak mengenai atas keberhasilan memadamkan lebih dari 15.000 hektare lahan.

“Saya kira ini cukup membanggakan. nan 900 hektare ini segera kerahkan kekuatan, tetap waspada untuk ke depan,” ujar Presiden Prabowo dalam siaran pers nan diterima Rabu (26/8).

Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa penanganan karhutla kudu bergeser dari sekadar pemadaman menuju sistem pencegahan permanen. Langkah solutif nan diinstruksikan meliputi pembangunan sumur bor dan embung sebagai persediaan air, pengawasan desa rawan secara kontinu, serta pemanfaatan teknologi BMKG untuk penemuan dini.

Selain aspek teknis, Presiden Prabowo juga memerintahkan pertimbangan menyeluruh terhadap penyebab kebakaran. Ia menegaskan tidak bakal segan mengambil tindakan norma tegas jika ditemukan unsur pelanggaran dalam peristiwa kebakaran rimba tersebut.

Kunjungan ke Riau ini merupakan bagian dari rangkaian peninjauan nasional setelah sebelumnya Presiden menyambangi Kalimantan. Strategi ini menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam membangun sinergi lintas sektor guna memutus siklus tahunan karhutla di Indonesia.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh jejeran menteri dan ketua lembaga, termasuk Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, serta pejabat wilayah seperti Plt Gubernur Riau, Pangdam, dan Kapolda setempat. (Z-10)

Selengkapnya