Program CKG Prabowo: Wamendikdasmen Fajar Tekankan Sinergi Kesehatan dan Pendidikan

3 jam yang lalu 4
 Wamendikdasmen Fajar Tekankan Sinergi Kesehatan dan Pendidikan Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq tinjau Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Bogor.(Dok Kemendikdasmen)

WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pendidikan bermutu. Hal itu disampaikannya saat meninjau penyelenggaraan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), CKG Sekolah, dan penguatan program 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kota Bogor, Jumat (28/8).

Kegiatan nan diinisiasi oleh Kementerian Kesehatan ini dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, serta turut dihadiri Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan beserta jejeran Pemerintah Kota Bogor.

"Kami mengapresiasi inisiatif Pak Wamenkes nan mengundang kami berbareng Wamen PPPA. Ini menunjukkan sinergi lantaran CKG Sekolah dilaksanakan di ruang pendidikan dan hasilnya perlu ditindaklanjuti bersama," ujar Fajar.

Implementasi Asta Cita dan SDM Unggul

Fajar menjelaskan bahwa CKG merupakan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat Presiden Prabowo Subianto. Program ini merupakan penerapan nyata dari Asta Cita keempat nan menempatkan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia (SDM) nan unggul.

Rangkaian peninjauan dimulai di Puskesmas Tanah Sareal untuk memantau program 1.000 HPK bagi ibu mengandung dan balita. Kunjungan kemudian bersambung ke SMP Negeri 5 Kota Bogor untuk memandang langsung penyelenggaraan CKG Sekolah dan optimasi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

"Pelayanan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang, pencegahan stunting, CKG Sekolah, Makan Bergizi Gratis, UKS, dan kesehatan mental kudu dilihat sebagai satu kesinambungan. Pendidikan Bermutu untuk Semua kudu dimulai dengan memastikan anak sehat dan siap belajar," tegas Fajar.

UKS sebagai Jangkar Kesehatan di Sekolah

Saat berada di SMP Negeri 5 Kota Bogor, Wamendikdasmen berbincang dengan para murid, guru, dan tenaga kesehatan. Fokus perbincangan mencakup hasil pemeriksaan kesehatan, jasa konseling, hingga sistem rujukan dari sekolah ke puskesmas.

Fajar menilai peran UKS sangat krusial sebagai penghubung antara lembaga pendidikan dan akomodasi kesehatan primer. “UKS adalah semacam jangkar di sekolah nan menghubungkan sekolah dengan puskesmas. Dengan mengoptimalkan UKS, penyelenggaraan CKG dan tindak lanjutnya dapat melangkah dengan baik,” imbuhnya.

Selain aspek medis, Fajar juga menyoroti praktik pembatasan penggunaan telepon genggam selama jam sekolah di SMPN 5 Bogor. Kebijakan ini terbukti mendorong siswa lebih aktif bergerak, berolahraga, dan berinteraksi sosial secara langsung.

Langkah tersebut dinilai selaras dengan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat nan diusung Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti. Gerakan ini mendorong budaya hidup sehat melalui olahraga, konsumsi makanan bergizi, doyan belajar, bermasyarakat, hingga pola tidur nan teratur.

Capaian Program di Kota Bogor

Berdasarkan info Pemerintah Kota Bogor hingga 24 Agustus 2026, cakupan CKG telah mencapai 49 persen, sementara CKG Sekolah berada di nomor 30,8 persen. Wamenkes Dante Saksono Harbuwono menekankan pentingnya tindak lanjut hasil pemeriksaan melalui upaya promotif-preventif dan sistem rujukan nan terintegrasi.

Menutup kunjungannya, Fajar menegaskan bahwa CKG adalah bukti nyata kehadiran kebijakan Presiden Prabowo nan manfaatnya langsung dirasakan oleh peserta didik di sekolah.

"Anak nan sehat bakal lebih siap belajar, dan dari sanalah kita menyiapkan fondasi sumber daya manusia Indonesia nan unggul menuju Indonesia Emas pada tahun 2045," pungkasnya. (RO/I-2)

Selengkapnya