Program Gojek Swadaya kembali hadirkan Beasiswa Anak Mitra

  • Whatsapp

Program Gojek Swadaya menawarkan berbagai produk untuk membantu penghematan biaya operasional mitra driver.

Komitmen Gojek dalam membantu taraf hidup mitra dan keluarga terus ditunjukkan dengan adanya beasiswa Gojek tahun kedua. Kini sudah ada 24 penerima beasiswa anak mitra driver dari 7 kota operasional Gojek di seluruh Indonesia yang menempuh jenjang pendidikan D3 Politeknik, dan pelatihan tambahan lainnya secara gratis. Total anggaran dana penghematan dari seluruh mitra driver yang bergabung dengan program Gojek Swadaya ini rata-rata mencapai Rp 17 miliar setiap bulan.

Program Gojek Swadaya menawarkan berbagai produk untuk membantu penghematan biaya operasional mitra driver. Ragam produk tersebut mulai dari paket telekomunikasi khusus hanya untuk mitra driver Gojek, keringanan biaya perawatan kendaraan mulai dari bahan bakar, oli, hingga suku cadang, subsidi kebutuhan belanja sehari-hari, dan masih banyak lagi. 

“Program Gojek Swadaya yang hadir sejak 2016 bertujuan untuk membantu taraf hidup mitra dan keluarga. Konsistensi dan keseriusan ini kami lanjutkan dengan hadirnya Beasiswa Gojek yang sekarang sudah memasuki angkatan kedua. Sejak awal, program ini kami hadirkan sebagai kesempatan gratis bagi anak mitra driver untuk menempuh pendidikan tinggi didukung oleh wadah pembelajaran serta pengembangan diri. Sehingga, anak mitra driver dapat menjadi talenta berkualitas yang bisa membanggakan dan membantu perekonomian keluarganya,” kata Gede Manggala, Head of Indonesia Region Gojek.

Menurut riset Lembaga Demografi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia (LD FEB UI) tahun 2021, ragam manfaat dari bantuan yang dirasakan oleh mitra driver Gojek melalui program Gojek Swadaya ini menjadi salah satu alasan terkuat untuk terus bermitra dengan Gojek. Pasalnya, program Beasiswa Gojek kian melengkapi keringanan yang dihadirkan oleh program Gojek Swadaya. 

Dalam menghadirkan program beasiswa ini, Gojek bekerja sama dengan politeknik unggulan di masing- masing kota besar di Indonesia yang telah terbukti mampu menghasilkan SDM yang berkualitas dan tepat guna, di antaranya adalah Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Bandung, Politeknik Negeri Medan, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan Politeknik Negeri Ujung Pandang. Alasan Gojek memilih jenjang Politeknik, yaitu kurikulum pada pendidikan Politeknik (vokasi) memang dibuat untuk menciptakan para lulusan yang siap kerja dengan skill yang mumpuni di bidangnya.

Beasiswa ini meliputi biaya pendidikan gratis selasa 6 semester (D3) dan juga pelatihan pengembangan diri atau soft skills guna mempersiapkan anak mitra driver menjadi talenta yang berkualitas. Pelatihan ini akan dibawakan oleh karyawan Gojek dengan keunggulannya dibidang masing-masing, serta menghadirkan beragam materi, mulai dari cara membuat Curriculum Vitae (CV) yang berkualitas hingga strategi penyelesaian masalah (problem-solving skills) di dunia kerja.

Jassinta Roid Triniti merupakan salah satu penerima Beasiswa Gojek yang ceritanya sempat hangat dibicarakan di media sosial Twitter. Meski Jassinta memiliki keterbatasan sebagai seorang tuna rungu dan harus menggunakan alat bantu dengar, dia berhasil mendapatkan Beasiswa Gojek dan menjadi mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta, jurusan Teknik Grafika & Penerbitan, prodi Jurnalistik.

“Saya sangat senang dan bersyukur dengan kesempatan yang diberikan oleh Gojek. Sudah menjadi mimpi saya sejak lama untuk dapat menuntut ilmu khususnya di bidang Jurnalistik, dan tidak menyangka akan diberikan kesempatan gratis seperti ini. Saya bertekad untuk memanfaatkan dengan sebaik-baiknya beasiswa yang saya dapatkan agar nantinya bisa membantu perekonomian keluarga,” ujar Jassinta.

Jassinta merupakan putri dari Suparti, seorang mitra driver Gojek di kota Jakarta sejak 2017. “Saya bersyukur sekali dan tidak menyangka akan rezeki yang diberikan. Tidak pernah terbayangkan oleh saya sebelumnya bahwa hanya dengan menjadi tukang ojek, anak saya dapat bersekolah menuntut ilmu ke jenjang yang tinggi,” ujar Suparti, Ibu dari Jassinta.

Pos terkait