PSSI Prihatin Keluarga Justin Hubner Jadi Sasaran Ujaran Kebencian

57 menit yang lalu 2

Jakarta, CNN Indonesia --

PSSI prihatin atas maraknya ujaran kebencian hingga ancaman nan menyasar bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, beserta keluarganya di media sosial.

Gelombang serangan digital hingga rasisme nan menimpa pemain 22 tahun itu mencuat pasca-ketegangan 'adu mulut' di media sosial menyusul laga kontra Vietnam dalam Piala AFF 2026.

Saat itu Timnas Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam. Setelah kekalahan besar atas armada Kim Sang Sik, Hubner memihak tim Garuda dan menganggap remeh kemenangan Vietnam. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kekasih Jennifer Coppen itu seolah mengisyaratkan Timnas Indonesia bakal bangkit lebih kuat dengan skuad utama andaikan kembali berjumpa Vietnam.

Dari pembelaan terhadap rekan-rekannya itu Hubner sering diteror netizen Vietnam. Ancaman dari penduduk Vietnam apalagi mengarah pula ke keluarganya.

PSSI merespons kejadian serangan verbal di media sosial ini memberi rambu batas-batas privasi. Keselamatan family atlet kudu tetap dilindungi dari segala corak provokasi.

"PSSI menyampaikan keprihatinan atas ujaran kebencian dan ancaman nan menyasar Hubner serta keluarganya, sekaligus menyerukan agar kritik tidak diarahkan menjadi serangan personal," kata Sekjen PSSI Yunus Nusi.

Guna meredam tensi makin meninggi dan menjaga keamanan para pemain, PSSI mengangkat kampanye dunia FIFA berjudul 'Stop Hate, Protect Football'.

Langkah ini diambil sebagai komitmen berbareng dalam menciptakan ekosistem sepak bola nan kondusif dan bersih dari tindakan perundungan digital (cyberbullying) maupun penyebaran info pribadi (doxing).

PSSI pun turut mengimbau suporter tanah air untuk terus merawat atmosfer positif dan tidak terprovokasi oleh tindakan perundungan di media sosial.

"Kritik boleh tajam, tetapi tidak boleh menjadi kebencian. Dukung pemainnya, hormati manusianya, dan jaga sepak bolanya," ujar Yunus Nusi menegaskan.

[Gambas:Video CNN]

(afr/afr/rhr)

Selengkapnya