Purbaya: Danantara Sudah Siapkan Dividen BUMN Buat Cadangan APBN

54 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan Badan Pengelola Investasi Danantara (BPI Danantara) sudah menyiapkan alokasi dividen BUMN nan bakal menjadi persediaan fiskal untuk pemerintah.

Namun, pihaknya tetap kudu membicarakan alokasi dividen BUMN ini dengan BPI Danantara. Dia pun memastikan penyerahan persediaan fiskal ini bakal diputuskan tahun ini.

"Masih dibicarakan dengan pak Rosan. Diputuskan tahun ini, katanya. Dananya sudah ada, tetapi tetap dibicarakan," paparnya.

Seperti diketahui, sejak keberadaan Danantara, pemerintah telah memutuskan mengalihkan dividen BUMN dari pos Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kekayaan Negara Dipisahkan (KND) ke Danantara.

Namun, sesuai pengarahan Presiden, sebagian untung Danantara kudu dicadangan untuk finansial negara. Bahkan, menurut Purbaya, dividen BUMN ini, diharapkan dapat mengurangi penarikan utang baru.

"Ada buahpikiran presiden untuk menempatkan sebagian untung Danantara untuk persediaan pemerintah, sehingga itu nan bisa ngurangin utang kita juga," kata Purbaya.

Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto mengaku mendapatkan laporan bahwa pendapatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tercatat melonjak hingga 400%.

Capaian itu diperoleh hanya dalam waktu satu tahun setelah Danantara diluncurkan pada 2025. Presiden meminta agar nomor pendapatan tersebut diverifikasi melalui audit menyeluruh.

"Dalam satu tahun beraksi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue alias penghasilan dari Danantara sudah naik 400%, saudara-saudara, kurang lebih. Ini terus kudu kita audit, terus kudu kita cek. Tapi jikalau tidak 400%, 300% alias 200%, ini tetap peningkatan nan sangat signifikan dalam satu tahun bekerja," kata Prabowo, saat memberikan sambutan.

Saat ini, Danantara mempunyai total aset BUMN mencapai sekitar US$1.000 miliar alias setara Rp17.800 triliun. Danantara pun ditarget menghasilkan untung minimal Rp800 triliun (US$50 miliar) per tahun ke kas negara.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya