Purbaya Soroti Minimnya Koordinasi Penanggulangan Gempa di NTT

3 jam yang lalu 4
Purbaya Soroti Minimnya Koordinasi Penanggulangan Gempa di NTT Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa (bertopi biru).(Dok Kemenkeu)

MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tetap kurangnya koordinasi dalam penanganan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat meninjau langsung kondisi masyarakat dan akomodasi terdampak musibah di NTT, Rabu (19/8), menkeu menerima laporan beberapa tempat nan belum mendapatkan bantuan, salah satunya Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT.

"Kita bakal minta BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk memandang wilayah itu. Jadi kan di sini ada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) juga, saya bakal minta mereka koordinasi juga dengan BNPB," ujarnya kepada awak media di NTT, Rabu (19/8).

"Kayaknya seperti tidak ada koordinasi antara wilayah dan pusat untuk penanggulangan bencananya, lantaran ketika saya tanya di BPBD banyak tidak tahunya," imbuhnya.

Purbaya mengatakan BPBD kudu memanfaatkan jaringan nan ada di wilayah sehingga lebih sigap sampai ke wilayah nan membutuhkan.

Menkeu menegaskan bahwa pemerintah bakal menyiapkan support APBN berasas kebutuhan penanganan musibah di lapangan. Kementerian Keuangan juga memastikan kesiapan anggaran untuk mendukung BNPB dalam menjalankan tugas penanganan bencana. 

“Yang jelas, dari Kementerian Keuangan kami menyiapkan biaya nan cukup sehingga BNPB kinerjanya tidak terganggu. Kalau kelak memerlukan tambahan, kita tambah. Jadi untuk bencana, anggarannya selalu kita utamakan,” tegas menkeu. 

Sebelumnya, Menkeu menyampaikan bahwa lemerintah siap membantu kebutuhan pembiayaan penanganan musibah di NTT dengan terlebih dulu menggunakan anggaran BNPB nan telah disiapkan. Meskipun sebagian dari alokasi sekitar Rp5 triliun tersebut telah digunakan, pemerintah memastikan kebutuhan penanganan akibat musibah tetap bakal terpenuhi sesuai perkembangan kebutuhan di lapangan. 

"(Anggaran bencana) cukup. BNPB tetap punya beberapa ratus miliar, baru ngajukan ke kami 2 hari nan lalu, kami acc dengan cepat, dan kelak jika butuh tambahan ya kita tambah. Jadi untuk bencana, anggarannya selalu kita utamakan," ungkapnya.

"Setiap tahun itu kan disediakan Rp5 triliun untuk bencana. Sekarang di sini sebagian sudah terpakai. Masih ada beberapa ratus miliar nan tersisa. nan jelas kita bakal isi lagi sesuai dengan kebutuhan," pungkasnya. (E-4)

Selengkapnya