Putin Beri Keputusan Penting, Ini yang Akan Terjadi di Ukraina

1 hari yang lalu 4
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan negaranya bakal tetap melanjutkan operasi militer untuk menguasai sepenuhnya empat wilayah Ukraina nan diklaim telah dianeksasi Moskow. Pernyataan itu disampaikan di tengah munculnya usulan baru dari Ukraina untuk menghentikan sementara serangan jarak jauh sebagai bagian dari upaya meredakan perang nan telah berjalan lebih dari empat tahun.

Dalam wawancara nan disiarkan televisi pemerintah Rusia pada Minggu (28/6/2026), Putin menolak proposal tersebut dengan argumen bahwa penghentian serangan hanya bakal menguntungkan pasukan Ukraina nan saat ini menghadapi tekanan besar di garis depan.

Selain itu, Putin mengatakan Rusia juga bakal meningkatkan kapabilitas pertahanan udaranya guna menghadapi serangan drone Ukraina nan semakin intensif dan sebagian besar menyasar akomodasi industri minyak Rusia.

Menurutnya, meskipun serangan-serangan tersebut sempat memicu gangguan pasokan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia, pemerintah sukses mengatasinya.

Sebelumnya pada Minggu, dalam pertemuan di Kremlin berbareng para menteri dan pejabat pemerintah lainnya, Putin mengakui bahwa serangan drone Ukraina telah menyebabkan kelangkaan bahan bakar di beberapa wilayah Rusia. Namun, dia menegaskan situasi tersebut sekarang berada di bawah kendali pemerintah.

Dalam wawancara televisi tersebut, Putin mengungkapkan bahwa Ukraina mengusulkan penghentian berbareng terhadap serangan jarak jauh sebagai langkah menuju perdamaian.

Namun menurutnya, Moskow memandang usulan itu sebagai upaya untuk mengurangi tekanan terhadap pasukan Ukraina di sepanjang garis depan sepanjang sekitar 1.250 kilometer dan tidak bakal mengubah strategi militernya.

"Jelas kenapa usulan ini diajukan, lantaran serangan jawaban kami jauh ke dalam wilayah Ukraina jauh lebih kuat, mempunyai akibat nan lebih besar dan, terus terang, jauh lebih menghancurkan," kata Putin, sebagaimana dikutip Reuters.

Ia kemudian menambahkan bahwa kekurangan personel nan dialami militer Ukraina menjadi salah satu argumen di kembali proposal tersebut.

"Dengan kekurangan personel nan sangat parah, Angkatan Bersenjata Ukraina tampaknya menganggap ini bisa menjadi penyelamat mereka. Tetapi menyelamatkan rezim Kyiv bukan bagian dari rencana kami," ujarnya.

Hingga buletin ini ditulis, instansi Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky belum memberikan tanggapan atas pernyataan Putin. Permintaan komentar diajukan pada larut malam waktu Ukraina.

Pada bulan ini, Zelensky diketahui telah mengirim surat terbuka kepada Putin nan mengusulkan pertemuan tatap muka secara langsung. Namun usulan tersebut ditolak oleh pemimpin Rusia itu.

Dalam wawancara tersebut, Putin menegaskan bahwa serangan-serangan nan dilakukan Ukraina bermaksud mengalihkan perhatian Rusia dari sasaran utama operasi militernya.

"Serangan-serangan Ukraina bermaksud mengalihkan perhatian dan kekuatan kami dari pencapaian tujuan utama, ialah pembebasan sepenuhnya Donbas dan Novorossiya," kata Putin.

Yang dimaksud Putin dengan Novorossiya adalah wilayah Zaporizhzhia dan Kherson nan berbatasan dengan Donbas.

Sejak lama Putin bersikeras bahwa Ukraina kudu meninggalkan seluruh posisi militernya nan tetap tersisa di wilayah Donetsk sebagai salah satu syarat utama tercapainya kesepakatan damai.

Tujuh bulan setelah melancarkan invasi pada 2022, Rusia secara sepihak mencaplok empat wilayah Ukraina, ialah Donetsk dan Luhansk di area Donbas, serta Kherson dan Zaporizhzhia. Namun hingga sekarang Rusia hanya menguasai sebagian wilayah Kherson dan Zaporizhzhia.

Menanggapi meningkatnya kampanye serangan drone jarak menengah dan jarak jauh Ukraina, Putin mengatakan Rusia kudu segera memperkuat keahlian pertahanan udaranya.

"Tugas pertama adalah dengan sigap dan secara signifikan meningkatkan produksi sistem pertahanan udara nan paling dibutuhkan," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa serangan terhadap prasarana Rusia tidak mengubah situasi di medan perang.

"Semua serangan itu, di mana pun mereka menghantam prasarana kami, sama sekali tidak memengaruhi situasi di garis depan maupun di garis kontak pertempuran," ujar Putin.

Putin juga mengatakan Rusia memperkirakan upaya diplomasi nan dipimpin Amerika Serikat untuk mengakhiri perang bakal kembali dilanjutkan.

Menurutnya, utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner diperkirakan bakal kembali mengunjungi Moskow setelah fase paling panas bentrok antara AS, Israel, dan Iran berakhir.

Dalam kesempatan itu, Putin juga tampak sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pekan lampau nan mengatakan bahwa tidak ada kesepakatan resmi nan ditandatangani dalam pertemuan Putin dengan Presiden AS Donald Trump di Alaska tahun lalu, meskipun sejumlah usulan dari Washington telah dibahas.

"Tidak ada seorang pun nan menandatangani apa pun, tetapi kami membahas sejumlah kemungkinan untuk mengakhiri bentrok di Ukraina," kata Putin.

Menurutnya, pihak Amerika Serikat telah meminta adanya sejumlah kompromi nan kemudian dituangkan dalam proposal-proposal nan diajukan Washington selama pembicaraan berlangsung.

(luc/luc)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya