Qualcomm beli perusahaan teknologi otomotif Veoneer

  • Whatsapp

Ini bukan akuisisi besar pertama untuk Qualcomm tahun ini. Pada Januari, Qualcomm setuju untuk mengakuisisi startup komputasi berkinerja tinggi Nuvia senilai USD1,4 miliar.

Bersama dengan perusahaan investasi SSW Partners, Qualcomm setuju untuk membeli Veoneer, sebuah perusahaan teknologi otomotif asal Swedia dalam kesepakatan tunai senilai sekitar USD4,5 miliar, dengan Qualcomm membayar USD37 per saham.

Untuk kesepakatan ini, pabrikan chipset tersebut telah berhasil mengalahkan Magna International. Pada Juli tahun ini, Veoneer telah setuju menjual perusahaan mereka ke Magna dalam penawaran senilai USD31,25 per saham, tetapi Qualcomm mengajukan tawarannya sebesar USD800 juta, atau 18% lebih tinggi.

Magna, yang memiliki kapitalisasi pasar USD25,3 miliar dibandingkan dengan Qualcomm USD164,8 miliar, bahkan tidak mengajukan tawaran tandingan. Veoneer akan membayar Magna “biaya perpisahan” sebesar USD110 juta. Dilansir dari Gizmochina (6/10), kesepakatan ini akan selesai tahun depan.

SSW Partners mengatakan akan menjual teknologi Arriver Veoneer, yang merupakan sistem kemudi otonom mutakhir yang mencakup sensor dan software, ke Qualcomm dan mempertahankan bisnis pemasok Veoneer tingkat 1 lainnya.

Ini bukan akuisisi besar pertama untuk Qualcomm tahun ini. Pada Januari, Qualcomm setuju untuk mengakuisisi startup komputasi berkinerja tinggi Nuvia senilai USD1,4 miliar untuk memantapkan dirinya di pasar luar telekomunikasi.

Qualcomm, yang dikenal sebagai pembuat chipset untuk ponsel, sedang mencari jalan baru untuk mendapatkan keuntungan di luar chip yang berhubungan dengan telepon. Dengan kemajuan teknologi otomotif dan peningkatan permintaan, ini sepertinya menjadi target utama perusahaan.

Qualcomm sudah memasok chip yang mentenagai sistem komunikasi dan infotainment dalam mobil, dan sekarang bertujuan untuk memperluas jangkauannya dalam teknologi bantuan pengemudi. Tahun lalu, Qualcomm telah bermitra dengan Veoneer untuk membentuk Arriver dan mulai mengembangkan teknologi kemudi otonom yang ditargetkan untuk diluncurkan pada 2024.

Pos terkait